Berita Top 5: Habib Rizieq Center Bersuara, Mahfud Sentil Amien

27 Oktober 2020 17:30

GenPI.co - Berita top 5 hari ini berisi antara lain tentang Habib Rizieq Shihab Center, Polri, Mahfud MD, dan Amien Rais

1. Habib Rizieq Center Kuliti Polri

Direktur Habib Rizieq Shihab (HRS) Center Abdul Chair Ramadhan angkat bicara mengenai penangkapan yang dilakukan Bareskrim Polri terhadap Sugi Nur Raharja.

Menurut Abdul, keputusan Polri menciduk penceramah yang karib disapa Gus Nur itu janggal.

"Penangkapan terhadap Gus Nur semestinya dilakukan pemeriksaan terlebih dahulu," ujar Abdul kepada JPNN.com, Sabtu (24/10).

Dia menilai Bareskrim Polri mengabaikan putusan Mahkamah Konstitusi (MK) nomor 21/PUU-XII/2014.

Menurut Abdul, putusan MK tersebut mensyaratkan soal bukti permulaan yang cukup.

Abdul menjelaskan, harus ada pemeriksaan pendahuluan sebelum seseorang ditetapkan sebagai tersangka.

“Minimal ada dua alat bukti," tutur Abdul.

BACA SELENGKAPNYA: Habib Rizieq Center Bongkar Kejanggalan Manuver Polri, Waduh!

2. Omongan Fadli Zon Pedas Banget

Politisi Partai Gerindra Fadli Zon blak-blakan mengatakan bahwa penangkapan Sugi Nur Raharja yang akrab disapa Gus Nur seperti di zaman penjajahan dulu. 

Hal ini disampaikan anak buah Prabowo Subianto melalui Twitter-nya, Sabtu (24/10).

"Penangkapan-penangkapan seperti ini mirip seperti di zaman penjajahan Belanda dan Jepang dulu," tulis Fadli Zon. 

Pada cuitan sebelumnya, Fadli Zon juga mengomentari kasus yang sama.

Menurutnya, penangkapan yang sering terjadi dengan menggunakan UU ITE adalah akibat adanya kesalahan interpretasi.

"Harus ada yang mendata dan mencatat bahkan membukukan sudah berapa banyak orang ditangkap karena UU ITE yang diinterpretasikan seperti ini," tegasnya. 

Fadli Zon juga mengatakan perilaku tersebut merupakan penistaan terhadap konstitusi, demokrasi, dan Hak Asasi Manusia. 

BACA SELENGKAPNYA: Omongan Fadli Zon Pedas Banget, Bikin Panas Istana

3. PDIP Bongkar Duri Dalam Daging di Kabinet Jokowi

Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) mengingatkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan adanya duri dalam daging di kabinetnya.

Partai yang diketuai oleh Megawati Soekarnoputri ini mencium kecurigaan terhadap para menteri Jokowi. 

Oleh sebab itu, PDIP juga memberi saran untuk me-reshuffle kabinet. Sudah harus siapkan nama-nama pengganti menteri yang dianggap tidak loyal. 

Lebih baik diganti ketimbang menggerogoti dari dalam, bahkan bisa menelikung dengan cara mengambil alih kekuasaan di tengah jalan.

"Hati-hati kudeta merangkak. Ingat sejarah," jelas politisi PDIP Darmadi Durianto seperti dikutip dari RRI, Sabtu (24/10).

Dirinya juga mengingatkan Jokowi untuk tidak lengah karena ada kemungkinan para menteri memiliki kepentingan lain dalam jangka panjang.

Menurut Darmadi, Jokowi harus berani mengambil sikap tegas dengan menempatkan orang-orang yang memiliki kapasitas dan loyal terhadapnya.

BACA SELENGKAPNYA: PDIP Bongkar Duri Dalam Daging di Kabinet Jokowi

4. Partai Demokrat Gagal Hentikan UU Ciptaker

Partai Demokrat merasa gagal menghentikan pengesahan Omnibus Law UU Cipta Kerja pada 5 Oktober 2020 lalu. 

Kendati demikian, Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengingatkan para kader untuk tetap memperjuangkan aspirasi rakyat. 

SBY mengirim pesan kepada seluruh kader Demokrat untuk tidak menyerah.

Pesan itu langsung disampaikan Kepala Bakomstra DPP Partai Demokrat, Ossy Dermawan kepada wartawan, Senin (26/10).

"Kami berpandangan bahwa pesan Bapak SBY ini senada dengan apa yang disampaikan ketika beliau menyampaikan Pidato Perpisahan (Farewell) sebagai Ketua Umum Partai Demokrat pada tanggal 15 Maret 2020, 7 bulan lalu," ujar Ossy.

Berikut pesan SBY kepada para kader Demokrat selengkapnya:

"Meskipun kita kalah dalam memperjuangkan hadirnya undang-undang yang lebih baik dan mendapatkan dukungan rakyat yang lebih luas, saya harap para kader Demokrat tidak patah dan tidak menyerah."

BACA SELENGKAPNYA: Partai Demokrat Gagal Hentikan UU Ciptaker, SBY Ganti Jurus Ini

5. Mahfud MD Sentil Amien Rais

Menteri Koordinator Bidang Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD mendadak merespons kritikan satu tahun kepemimpinan Joko Widodo (Jokowi) dan Ma'ruf Amin.

Dalam sebuah acara diskusi, Mahfud MD juga sempat menyoal isu kebangkitan Komunis yang digaungkan oleh Presidium Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Gatot Nurmantyo.

"Pak Gatot pernah menjadi panglima, komunisnya tidak ditangkap? Tapi sekarang berbicara komunis. Karena bukan Pak Gatot tidak mau, tapi karena dia tidak berwenang di bidang itu," jelas Mahfud MD dalam acara Indonesian Lawyers Club (ILC), Selasa (20/10).

Bahkan, mendadak Mahfud MD juga menyentil Amien Rais yang dinilai tak berhasil membuat perubahan di Indonesia. 

Mahfud MD blak-blakan mengatakan bahwa seharusnya mantan ketua MPR RI itu berkaca kepada dirinya sendiri.

"Pak Amien Rais, hebat, lokomotif demokrasi. Tapi apa bisa dia mengubah Indonesia selama dia menjadi ketua lembaga tertinggi negara?" kata Mahfud.

Sebab, menurut Mahfud MD korupsi masih banyak, kroni masih banyak, padahal ketua MPR-nya waktu itu lembaga tertingginya Amien Rais.

BACA SELENGKAPNYA: Mendadak Mahfud MD Sentil Amien Rais, Ngeri Banget! (*)

Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News

Redaktur: Ragil Ugeng

BERITA TERPOPULER

BERITA TERKAIT

Copyright © 2025 by GenPI.co