2062 Penari Jathil Ponorogo Pecahkan Rekor MURI

18 Februari 2019 10:42

Kabupaten Ponorogo kembali memanaskan dunia pariwisata setempat. Kali ini, daerah bergelar Bumi Reog itu  mereka menghelat pagelaran akbar yang bertajuk Gebyar 2019 Penari Jathil Ponorogo. Event tersebut adalah sebuah pentas kolosal yang diikuti 2062 penari Jathil. Atraksi ini diabadikan di Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) sebagai rekor dunia terbaru yang dicapai Ponorogo.

Gelaran yang dselenggarakan Minggu (17/2) di alun alun Ponorogo ini berlangsung sanggat meriah. Ribuan penonton memadati alun alun Ponorogo sejak pukul 12.00 WIB. Padahal, acara baru mulai pada 15.30 WIB. Tak hanya masyarakat lokal, Gebyar 2019 Penari Jathil ini pun menarik berbagai wisatawan dari berbagai daerah sekitar.

Acara diawali dengan arak arakan Bupati Ponorogo, Ipong Muchlissoni beserta seluruh jajaran Pemkab Ponorogo serta tamu undangan. Rombongan Bupati Ponorogo ini berjalan diiringi oleh penari Merak serta dikawal oleh Penari Warok dan pasukan Reyog menuju ke panggung utama alun alun Ponorogo.

Sebelum memasuki areaksi utama, acara ‘dipanaskan’ dengan penampilan Tari Warok yang dipersembahkan oleh para siswa dari SMPN 2 Kauman Somoroto. Delegasi SMPN 2 Kauman ini juga merupakan pemenang dari Festival Reyog Mini 2018.

Dan tepat pukul 16.15 WIB, pentas utama dari Festival ini dimulai. Sebanyak 2662 penari berlari memasuki area utama dari alun alun Ponorogo. Sontak para penonton bersorak heboh ketika ribuan penari ini berlarian menuju posisi mereka masing masing.

Manajer MURI Ariani Siregar menyatakan, MURI menganugerahkan rekor dunia pada Gebyar 2019 Penari Jathil sebagai Pagelaran Reyog Ponorogo dengan Penari Jathil Terbanyak, yaitu dengan jumlah total 2.062 orang penari.

“Rekor ini tercatat pada urutan (registrasi) yang ke 8.852, dan kami anugerahkan rekor ini kepada Pemerintah Kabupaten Ponorogo sebagai pemrakarsa. Ini kali ke-8 Ponorogo mencatatkan diri di Museum Rekor Indonesia.”, terang Ariani Siregar.

Sementara itu, Bupati Ponorogo Ipong Muchlison, dalam sambutannya usai menerima bukti sertifikat Rekor MURI ini menjelaskan, “Ini merupakan kebanggaan dan kebahagiaan bagi Ponorogo yang telah bisa mempersembahkan tarian masal 2062 penari Jathil. Persembahan Bumi Reog untuk Indonesia dalam rangka Nguri-Nguri (Ikut) melestarikan kebudayaan Indonesia,” katanya.

Para penari yang terdiri dari  para siswa SMP dan SMA se-Kab. Ponorogo ini menunjukan talenta mereka menari Jathil dengan iring iringan musik khas dari pementasan Reog. Gerakan yang serempak serta keelokan tarian menjadikan pementasan akbar ini memukau setiap pengunjung yang datang. Mereka tag habis habisnya mengabadikan momen bersejarah ini dengan ponsel/kamera mereka masing-masing.

Pertunjukan yang berlansung sekitar 15 menit diikuti oleh perwakilan dari 103 sekolah SMP/SMA se Kab. Ponorogo. Para penari di gembleng selama 1 bulan untuk berlatih gerakan tari dari para Koreografer serta Komposer tari Ponorogo.

Nazliatul Farhania, salah satu siswa dari SMAN 1 Jenangan Ponorogo mengaku ikut setelah  ditawari oleh  guru di sekolahnyai. “Karena saya juga hobby nari,  jadisama temen temen langsung daftarin diri. Awalnya satu temenku diajak berlatih bersama sekolah lainnya di GOR, setelah itu temen ku tadi ngajarin kita gerakan tarinya setiap pulang sekolah,” terang siswi SMA kelas 10 ini.

 Bagi Nazliatul dan teman-temannya, mengikuti festival ini merupakan suatu. Tak hanya ikut serta dalam salah satu sejarah pariwisata Ponorogo, dengan mengikuti ini mereka juga mendapatkan pengalaman dan tentunya teman baru ketika berlatih maupun pentas.

Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News

Redaktur: Paskalis Yuri Alfred

BERITA TERPOPULER

BERITA TERKAIT

Copyright © 2025 by GenPI.co