Ada isu unik yang patut ditelaah dalam debat capres putaran kedua yang berlangsung Minggu, (17/2) malam. Kepada Prabowo (capres no urut 2), Joko Widodo (Jokowi) melontarkan pertanyaan seputar infrastruktur apa yang akan dibangun untuk mendukung pembangunan unicorn-unicorn di Indonesia.
Prabowo lantas menjawab dengan mengatakan infrastruktur yang akan dibangun adalah dengan memfasilitas pengurangan regulasi yang selama ini dinilai membatasi. "Karena mereka lagi giat-giatnya berkembang, jadi saya akan dukung segala upaya untuk memperlancar," ujar Prabowo.
Jokowi pun akhirnya menyebut, Indonesia saat ini bangga memiliki 4 unicorn. "Ada tambahan unicorn lainnya. Kami sudah siapkan program 1.000 startup baru yang kita hubungkan dengan inkubator global," paparnya.
Lalu, sebenarnya apa yang dimaksud dengan ‘Unicorn’ dan siapa saja 4 unicorn yang disebut oleh Jokowi tersebut?
Unicorn merupakan istilah yang sangat familiar dalam dunia perusahaan rintisan atau startup. Istilah Unicorn kerap disematkan pada industri perusahaan teknologi untuk mendefinisikan perusahaan privat yang memiliki nilai valuasi lebih dari US$1 miliar.
Nama unicorn digunakan karena sangat jarang perusahaan startup yang bisa bertahan hingga bisa menghasilkan valuasi sebesar itu. Saat ini, di Asia Tenggara sendiri baru terdapat delapan unicorn. Empat diantaranya merupakan unicorn asal Indonesia yakni Tokopedia, Bukalapak, Gojek dan Traveloka.
Kali ini GenPI.co akan membahas secara ringkas 4 Unicorn tersebut seperti dilansir dari berbagai sumber:
Gojek
Gojek merupakan startup pertama asal Indonesia yang mendapat gelar "Unicorn".
Perusahaan ride-hailing ini digawangi oleh Nadiem Makariem sekitar 2010 memantapkan diri sebagai "Unicorn" tepat pada 4 Agustus 2016 lalu selepas menerima pendanaan senilai $550 juta dari konsorsium 8 investor yang digawangi oleh Sequoia Capital dan Warbrug. Jika menilik tanggal kelahirannya, Gojek menyandang status "Unicorn" setelah sekitar 6 tahun berdiri.
Tokopedia
Kedua adalah Tokopedia. E-Commerce yang didirikan oleh William Tanuwijaya ini hadir satu tahun sebelum Gojek, tepatnya pada 2009. Tokopedia berhasil menjadi unicorn kedua di Indonesia pada 17 Agustus 2017 setelah mendapatkan pendanaan dari Alibaba.
Data yang dijabarkan dari Crunchbase mengungkapkan bahwa layanan online market place tersebut, kini secara keseluruhan telah memperoleh pendanaan senilai $1,347 miliar.
Traveloka
Traveloka atau platform perpesanan tiket online tersebut digawangi oleh Ferry Unardi dan dua rekannya. Traveloka lahir pada 2012 dan mengukuhkan posisinya sebagai unicorn pada 2017.
Layanan penjualan tiket online itu, menyandang gelar "Unicorn" selepas Expedia, layanan sejenis yang populer di luar negeri, mengucurkan dana senilai $350 juta pada 27 Juli 2017 lalu. Ini membuat Traveloka total telah memperoleh pendanaan sebesar $500 juta.
Bukalapak
Terakhir, yang baru-baru ini mengundang kontroversi yakni Bukalapak. Platform e-commerce ini berdiri pada 2010 digawangi oleh Achmad Zaky. Saat ini Bukalapak menjadi unicorn keempat yang ada di Indonesia.
Masuknya Bukalapak menjadi bagian dari startup "Unicorn" nomor 4 di Indonesia, meskipun patut diapresiasi, tidaklah mengejutkan. Terutama terkait dengan aliran dana yang masuk ke dunia startup Indonesia yang memang mengalami peningkatan. Data yang dipaparkan CBS Insights memaparkan bahwa terjadi kenaikan investasi yang cukup tinggi bagi dunia startup di kawasan Asia Tenggara, termasuk, tentu saja, Indonesia.
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News