Ada Festival Jamu di Nganjuk

10 Februari 2019 15:02

Siapa yang tidak kenal dengan jamu tradisional ? minuman herbal khas Indonesia dipercaya dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit.  Guna memperkenalkan kembali eksistensi Jamu tradisional, pemerintah Kabupaten Nganjuk beserta Dinas Kesehatan Nganjuk dan Disporabudpar Nganjuk menggelar “Festival Jamu Nganjuk 2019”.

Digelar Minggu 10 Februari 2019 di Alun-alun Kota Nganjuk, festival menghadirkan berbagai varian jamu tradisional kepada khalayak umum. Acara yang dimulai sejak pukul 06.00 WIB ini diikuti oleh lebih dari 40 kontestan. Mereka yang terdiri dari berbagai instansi, dinas, sekolah serta masyarakat umum. Para peserta saling berlomba membuat racikan jamu yang beda dari yang lain serta berlomba mendekor stan mereka menjadi stan paling unik dalam festival ini.

Acara ini dihadiri langsung oleh Bupati Nganjuk, Novi Rahman. Salah satu kegiatannya cukup unik, yakni  pemilihan “Mbok Jamu”, tereksis dan terpopuler. Setiap masing masing stan mengirimkan satu perwakilannya yang akan berlenggok-lenggok di catwalk memeragakan pose Mbok mbok penjual jamu.

Tak hanya itu, para finalis mbok jamu juga dipersilahkan berkreasi membuat jamu hasil dari kreativitas mereka. Bahan yang tersaji pun bisa dibilang sangat lengkap. Berbgai rempah tertata cantik di depan stan para peserta sebagai bukti bahwa jamu tradisional racikan mereka menggunakan bahan asli.

Seperti salah satu peserta perwakilan dari SMK Satria Bhakti Nganjuk, Paramitha, sibuk meracik jamunya saat ditemui GenPI.co. Ia mengaku tengah membuat jamu Galian Singset. “Bahan-bahannya Jati Belanda, Bangle, Asam Jawa, Sereh dan lainnya. Bahan-bahan yang sudah mumun itu ditambah resep rahasia kreasi sendiri,”terang siswi kelas 2 SMK itu.

Para peserta diberi waktu sekitar satu jam untuk mengolah jamu racikan mereka. Masyarakat pun dapat menyaksikan langsung teknik pengolahan jamu ini, dari pemilihan bahan sampai pengolahan bahan.

“Festival ini ssperti  flashback masa lalu, sering dibelikan jamu beras kencur untuk penambah nafsu makan waktu kecil dulu,” ujar seorang pengunjung bernama Fitri Mawardhieni.

Ia menambahkan, festival ini sangat menarik, lantaran saat ini hamu tradisional cukup sulit ditemukan di Nganjuk. “Harapannya, bisa dibuat menjadi event tahunan,” katanya.

Festival Jamu Nganjuk 2019 ini juga digelar  untuk memperkenalkan para pelaku usaha Jamu Gendong yang masih eksis di Kabupaten Nganjuk. Mereka diharapkan mengolah jamu mereka dengan aman, sehat dan bersih sehingga mampu membangkitkan kembali eksistensi Jamu tradisional di kalangan masyarakat. Selain itu, kreasi modern juga diperlukan untuk menjangkau konsumen para generasi muda untuk ikut melestarikan minuman kesehatan khas Indonesia ini.

Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News

Redaktur: Paskalis Yuri Alfred

BERITA TERPOPULER

BERITA TERKAIT

Copyright © 2025 by GenPI.co