TANJUNGPINANG - Pelabuhan Internasional Sri Bintan Pura akan bersolek. Foto-foto instagramable destinasi di Kepualauan Riau (Kepri) akan mengiasi ruangan tunggu dan kedatangan di pelabuhan tersebut.
Tidak hanya itu, Tourism Information Center (TIC) juga akan dibangun. TIC untuk membantu wisatawan menentukan atau mengetahui destinasi apa yang akan didatangi.
General Manager Pelindo I Cabang Tanjungpinang Arif Indra mengatakan, hadirnya photobooth dan TIC tersebut merupakan bentuk sinergitas antara Pelindo I dengan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau melalui Dinas Pariwisata Kepulauan Riau.
"Beberapa spot kita akan memasang slot untuk media promosi potensi Pariwisata Kepulauan Riau khususnya Tanjungpinang dan Bintan. Bentuknya bisa berupa banner maupun menggunakan LED untuk dipergunakan dinas pariwisata nantinya. Ini sangat menarik sebab Pelabuhan Internasional Sri Bintan Pura masih menjadi pintu masuk wisman utama di Tanjungpinang dan Bintan, jadi sektor pariwisata bisa sangat diangkat di sini," jelas Arif.
Asal tahu saja, terminal penumpang Sri Bintan Pura yang dikembangkan oleh Pelindo I Cabang Tanjung Pinang sendiri telah menerapkan digitalisasi pelabuhan untuk segmen layanan penumpang yang berupa penerapan sistem e-berthing dan e-pass.
"E-berthing merupakan sistem online untuk memudahkan pengguna jasa dalam melakukan permintaan pelayanan tambatan kapal sementara sistem e-pass untuk pembayaran pas pelabuhan dilakukan secara nontunai," ujarnya.
Dikatakannya, program ini merupakan bagian dari dukungan Pelindo 1 kepada program pemerintah khususnya kepariwisataan dalam rangka meningkatkan kunjungan wisatawan sebanyak 20 juta pada tahun ini.
Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kepri, Boeralimar menyambut positif tawaran dari Pelindo I ini. Pihaknya akan memanfaatkan maksimal sarana tersebut sebagai media untuk memperkenalkan potensi pariwisata Kepri. Termasuk destinasi dan Calendar of Event (CoE).
"Langkah Pelabuhan Internasional Sri Bintan ini semestinya diikuti oleh pelabuhan dan bandara internasional lainya di Kepri. Tujuannya untuk memaksimalkan promosi potensi pariwisata dan event daerah untuk menggenjot kunjungan wistawan mancanegara," ujarnya.
Asdep Bidang Pemasaran I Regional I Kemenpar Dessy Ruhati mengatakan, ini yang disebut Indonesia Incorporated. Semua bahu-membahu meningkatkan sektor pariwisata.
"Kemajuan pariwisata Indonesia, termasuk Kepri butuh sinergitas berbagai pihak. Semua akan diuntungkan, kunjungan wisatawan Kepri meningkat dan jumlah penumpang pelabuhan juga naik," ujar Dessy.
Menurutnya, banyak destinasi wisata di Kepri yang bisa dijual selain Batam dan Bintan. Di Tanjungpinang misalnya, banyak destinasi yang bisa dijadikan andalan menarik wisman, khususnya dari Singapura dan Malaysia.
"Apalagi tahun ini Kepri juga menyiapkan 46 agenda pariwisata. Ini tentu menjadi peluang menarik wisman lebih banyak lagi," pungkasnya.
Hal senada dikatakan Kabid Pemasaran Area II Asdep Pengembangan Pemasaran I Regional I Kemenpar Diana Tikupasang. Ini sebuah sinergi yang luar biasa. Indonesia incorporated tercipta untuk kemajuan pariwisata Kepri.
"Ini akan memudahkan seluruh stakeholder pariwisata untuk mendatangkan dan merangkul wisatawan mancanegara," ujar Diana.
Menurutnya, sebagai daerah crossborder, Kepri memang membutuhkan banyak atraksi. Apalagi daerah-daerah seperti Batam dan Bintan sudah sangat akrab bagi wisatawan perbatasan.
Menteri Pariwisata Arief Yahya menegaskan, Kemenpar akan meningkatkan potensi pariwisata perbatasan (crossborder tourism) pada 2019. Ini sebagai upaya tercapainya target kunjungan 20 juta wisman dan 275 juta wisnus.
"Kepri memiliki budaya dan ragam kuliner yang bisa di-create menjadi daya tarik. Upaya lain yang bisa dilakukan untuk menarik wisman adalah dengan menghadirkan event-event besar berskala nasional ataupun internasional," tuturnya.(*)
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News