GenPI.co - Seorang biksu asal Jepang bernama Yogetsu Akasaka mendadak viral beberapa waktu lalu. Hal itu karena ia memadukan beatbox ke dalam nyanyian yang biasanya digunakan untuk meditasi.
Akasaka menarik perhatian banyak orang berkat unggahan video di akun YouTubenya pada Mei 2020 lalu. Dalam video berjudul ‘Heart Sutra Live Looping Remix’ Akasaka menunjukkan kebolehannya dalam bernyanyi sambil memainkan loop machine.
BACA JUGA: Karakter Perempuan Bisa Dilihat dari Sepatu Favoritnya Loh!
Video tersebut kini sudah ditonton lebih dari 852 ribu kali di YouTube. Pria berusia 37 tahun itu mengatakan, ide tersebut datang saat keadaan darurat yang diberlakukan di Jepang karena pandemi virus corona.
Apalagi, pandemi membuat panggilan pekerjaannya sebagai musisi dan biksu yang memimpin pemakaman dan upacara peringatan berkurang drastis.
"Semuanya dibatalkan. Jadi saya tidak punya pekerjaan, saya tidak punya penghasilan. Dan bagi saya, itu benar-benar menyedihkan, tetapi pada saat yang sama, saya pikir ini adalah kesempatan yang sangat bagus untuk memikirkan diri sendiri atau memikirkan tentang masa depan agama Buddha," ujar Akasaka seperti dilansir dari AFP, Sabtu (8/8).
"Saya mencoba menemukan cara saya sendiri untuk menyampaikan ajaran Buddha kepada orang-orang tidak hanya di Jepang tetapi juga di seluruh dunia." imbuhnya.
Akasaka telah lama tertarik pada musik dan agama. Ia mulai beatboxing sekitar 15 tahun yang lalu, kemudian ia membeli mesin looping pada tahun 2009.
Akasaka sempat tinggal di Amerika Serikat dan Australia. Di sana ia mengamen untuk menghasilkan uang. Kemudian pada 2015, Akasaka mengikuti jejak ayahnya dan menjadi seorang biksu.
BACA JUGA: Ladies, Pahami Dulu Karakter Pria Sebelum Berupaya Mendekati
"Di Jepang, sangat umum bahwa putra seorang pendeta menggantikan ayah mereka. Jadi ayah saya terkadang bertanya apakah saya ingin menjadi biksu dan menggantikannya. Dan saya akan berkata tidak, saya tidak tertarik pada itu" katanya.
Namun, setelah ia berusia 30 tahun, Akasaka mulai mempertimbangkan kembali saat dia lebih memikirkan tentang arti hidup dan mati, dan ia akhirnya memutuskan untuk menjadi seorang biksu.
Dengan memadukan beatbox ke dalam nyanyian meditasi, ia juga berhasil menyatukan kehidupan lama sebagai musisi dengan kehidupan barunya sebagai biksu.(*)
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News