Transportasi berbasis kereta cepat, MRT tak lama lagi akan menyapa warga Ibukota. Ditargetkan pada awal Maret 2019, MRT (Mass Rapid Transit) akan resmi beroperasi secara komersil. Menjelang peluncurannya, PT MRT Jakarta telah melakukan sejumlah rangkaian uji coba yang dimulai sejak awal Januari lalu.
Pada minggu ketiga, GenPI.co berkesempatan untuk mengikuti integration testing and commissioning menggunakan ratangga atau rangkaian kereta MRT Jakarta dari stasiun Bundaran Hotel Indonesia menuju stasiun Lebak Bulus. Sebelum masuk ke area stasiun bawah tanah, para visitor atau penumpang diwajibkan mengenakan APD (Alat Pelindung Diri) yang terdiri dari rompi, helm dan sepatu boots. Hal ini wajib dilakukan demi menjaga keselamatan dan kenyamanan para penumpang, mengingat hingga saat ini masih dilakukan pengerjaan konstruksi stasiun.
Perjalanan pun dimulai dengan menuruni anak tangga masuk menuju stasiun bawah tanah. Selain GenPI.co, juga ikut bersama rombongan dari ikatan Abang None Jakarta, influencer dan beberapa awak media. Di lantai pertama, tempat ticketing system. kami mendapatkan pengarahan dari para petugas dan kontraktor perihal tata cara dan peraturan selama perjalanan.
"Pengunjung diharapkan mengikuti seluruh arahan dan instruksi petugas MRT. Kita juga mengarahkan para pengunjung untuk menjaga fasilitas MRT karena saat ini, yang dapat mengikuti serangkaian uji coba hanyalah kalangan terbatas," ujar Muhammad Kamaluddin, Sekretaris PT MRT Jakarta kepada GenPI.co.
Baca juga: Ikuti 10 Aturan Wajib Ini Sebelum Uji Coba MRT Jakarta
Penjelasan tersebut mencakup peraturan pokok diantaranya peserta kunjungan wajib mengikuti safety induction dengan seksama, dimohon untuk tidak terpisah dari rombongan, dilarang membuang sampah sembarangan hingga peserta kunjungan sudah siap di lantai peron sebelum kereta datang dan mengantri di depan pintu tepi peron (platform screen door) untuk kereta 2-5.
Para rombongan pun turun ke lantai 3 atau tempat keberangkatan kereta. Interior stasiun memiliki desain modern dengan teknologi yang didesain rapi. Terlihat ticketing machine masih tertutup dengan plastik dan lantai stasiun terbuat dari marmer dengan kualitas Internasional. Stasiun ini cukup luas, terang dan sangat nyaman walaupun masih dalam tahap konstruksi. Sembari menunggu kereta, para penumpang diarahkan mengantri tepat di sebuah garis di depan pintu peron (platform screen door).
“MRT Jakarta fase satu merupakan struktur layang (Elevated) dan bawah tanah (Underground) yang membentang ±16 km dari wilayah Lebak Bulus hingga Bundaran HI. Dari rute tersebut, terdapat 7 stasiun layang, yaitu Lebak Bulus, Fatmawati, Cipete Raya, Haji Nawi, Blok A, Blok M dan Sisingamangaraja. Sementara enam stasiun MRT bawah tanah, yang terdiri dari Stasiun Senayan, Istora, Bendungan Hilir, Setiabudi, Dukuh Atas, Bundaran Hotel Indonesia,” tambah Kamaluddin.
Tak lama, rangkaian 6 gerbong (platform) kereta ratangga pun datang. Dengan rapi dan tertib satu persatu penumpang masuk ke dalam kereta. Saat itu kami hanya diperbolehkan menempati dua gerbong pertama. Kami pun diarahkan untuk mengikuti petunjuk aturan, diantaranya tidak makan dan minum, melepas APD serta mengikuti petunjuk keselamatan.
Menurut pengamatan GenPI.co, suasana di dalam platform terasa sangat nyaman. Didominasi dengan warna putih dan biru, interior kereta terlihat modern dan berkelas. Sekilas tata letak bangku dan hand rail hampir sama dengan KRL, hanya saja ukuran MRT tidak seluas kereta komersil lainnya. Selain itu sistem penerangan dalam kereta sangat pas, kendati berada di bawah tanah.
Selama perjalanan, laju kereta MRT memang terasa cepat dan halus sekali. Berbeda ketika sedang menaiki KRL. Selain itu, di dalam kereta, juga terdapat ruang khusus bagi penyandang disabilitas yang menggunakan kursi roda dan ibu hamil. Secara keseluruhan, MRT telah siap untuk melayani warga DKI.
Dengan beragam kenyamanan yang disediakan, MRT Jakarta masih belum bisa memastikan berapa harga tiket untuk sekali perjalanan. Pasalnya, menurut Kamaluddin, pihaknya hingga kini masih membahas hal tersebut dan menunggu keputusan dari pemerintah.
"Sedang dibicarakan dan menunggu keputusan dari pemerintah. Jadi dalam beberapa minggu ke depan ini, tiketnya akan segera ditentukan," pungkasnya.
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News