Maaf, Aku terlalu Cinta Pada Derry

09 Juli 2020 20:37

GenPI.co - Banyak orang mengatakan bahwa hubunganku dengan Derry tak akan memiliki tujuan apapun. Namun, tidak satu pun perkataan orang lain aku dengarkan.

Aku sudah menjalani hubungan tanpa status dengannya sejak masih duduk di bangku SMA kelas 2 hingga saat ini, kami sudah bekerja di masing-masing perusahaan asing ternama.

BACA JUGA: Sepak Terjang Grace Natalie Sebagai Nakhoda PSI

Terbiasa melakukan hal bersama-sama dengan Derry membuat aku nyaman. Bahkan rasanya status tidaklah penting lagi bagiku asal aku dapat bersama dengannya. 

Sebab, selama aku dekat dan mengenalnya, tak sedikitpun ia pergi bersama dengan wanita lain yang membuat aku cemburu, begitu juga dengan dia.

Namaku Mutiara, tapi Derry selalu memanggil aku Mut. Bukan karena penggalan dari nama depanku, tapi itu artinya imut. Katanya, aku akan selalu jadi cewek paling imut yang selalu ada dan paling dekat dengan dirinya. 

Sibuk dengan kehidupan pekerjaan, membuat kami tidak sering bertemu seperti dulu. Namun, bisa akhir pekan tiba kami berusaha dapat menghabiskan waktu berduaan saja.

"Mutia, go home right now?," tanya Steve, salah satu rekan kerjaku.

"Nope, i wanna meet someone," jawabku sambil merapihkan berkas di meja kerjaku.

"Your boyfriend or friends with benerif?," goda Steve, sambil tertawa.

BACA JUGA: Dokter Reisa Sebut Penderita Diabetes Rawan Terinfeksi Covid-19

"You know me so well," jawabku sambil membalas godanya.

"Stay safe babe," balas Steve sambil mengedipkan sebelah matanya.

"Alright! see you next week, bye," ucapku menutup percakapan sambil meninggalkan ruangan.

Baru saja bekerja satu tahun di perusahaan asing, rasanya tidak terlalu sulit untukku berbaur dengan mereka. Terlebih menggunaan candaan yang seperti sudah gaya hidup bagi budaya barat. 

Namun, apa yang aku ungkapkan tidak sebuah kebohongan bukan? aku memang menjalani hubungan dengan Derry tapi tanpa status.

Aku menuju tempat bertemu bersama dengan Derry. Dalam perjalanan aku sibuk terus memainkan media sosial. Sampai akhirnya secara tiba-tiba ada seorang menutup mataku. 

Nyatanya aku tak lagi terkejut dengan hal tersebut, orang ini pastinya Derry. Kejailannya yang terlalu sering dilakukan membuat aku hapal apapun tentang dia.

Sampailah kami disebuah tempat yang nyaman untuk berdua. Tanpa banyak kata kami hanyut dalam permainan di atas kapuk.  

BACA JUGA: Keluar dari WHO, AS Wajib Bayar Rp 2,8 Triliun

Derry adalah seorang yang handal dalam segalanya. Tak terkecuali hal ini. Usai permainan kami, tak jarang Derry mengusap kepalaku dengan lembut dan mendaratkan kecupan manis di keningku.

"Derry," ucapku lembut sambil bersandar di bahu lebarnya.

"Yes, Darl?," balas Derry dengan tatapan hangat.

"Will you merry me?," tanyaku sambil tersenyum melihatnya.

"I do, but i can't. You know the reason why, right?," jawab Derry sambil mendekap aku dalam peluknya.

"I know, i'm sorry," balasku dengan memeluknya dan meneteskan air mata.

BACA JUGA: Pernah tak Digaji, Ayu Jadi Pengusaha Sukses Beromzet Wow Banget

Hubungan kami akan tetap seperti ini saja. Sebab, pria yang aku sayangi ini tidak dapat memberikan aku status bahkan menikahiku, karena ia mandul. 

Ia bahkan sempat mengatakan padaku untuk mencoba dekat dengan pria lain agar dapat memiliki masa depan jelas. Namun, aku tidak bisa melakukannya. Aku terlalu jatuh hati pada Derry. (*)

Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News

Redaktur: Cahaya Reporter: Asahi Asry Larasati

BERITA TERPOPULER

BERITA TERKAIT

Copyright © 2025 by GenPI.co