GenPI.co - Menteri BUMN Erick Thohir membongkar lima fakta penyelundupan Harley Davidson. Ternyata, nomor lima bikin melongo. Angkanya ternyata sangat fantastis.
Menteri BUMN Erick Thohir terlihat sangat tegas dalam menyikapi kasus ini. Tak ada yang ditutupi. Semua dikuak ke permukaan. Berikut sejumlah fakta yang dibeber Erick Thohir.
BACA JUGA: Selundupkan Harley, Erick Thohir Pecat Dirut Garuda
Pertama, menurut Erick, pembelian Harley dilakukan pada April 2019 dan proses transfer dari Jakarta melalui rekening pribadi Finance Manager Garuda di Amsterdam, Belanda.
Kedua, menurut Erick, seorang berinisial IJ membantu proses pengiriman dan lain-lain terkait motor Harley yang diduga diselundupkan itu. Pada akhirnya, semua terbongkar ketika Bea Cukai memeriksa bagian bagasi penumpang dalam pesawat A330-900 seri Neo milik Garuda itu.
BACA JUGA: Cadas! Ribuan Harley Kumpul Demi Rekor Dunia
Ketiga, Ericik mengungkapkan motor Harley Davidson klasik yang diduga diselundupkan lewat pesawat baru Garuda ditengarai milik AA.
Dari penjelasan Erick, AA memberikan instruksi untuk mencari motor klasik Harley Davidson tipe Shovelhead pada 2018.
Keempat, hasil pemeriksaan Bea Cukai terhadap koper penumpang ditemukan barang-barang keperluan pribadi penumpang. Sedangkan pemeriksaan terhadap 18 koli ditemukan 15 koli berisi suku cadang motor Harley Davidson bekas dengan kondisi terurai. Tiga koli berisi 2 unit sepeda Brompton kondisi baru beserta aksesoris sepeda.
Kelima, berdasarkan harga pasar, harga motor Harley Davidson diperkirakan antara Rp200 juta sampai dengan Rp8OO juta per unit.
Sedangkan harga sepeda Brompton berkisar antara Rp50 juta hingga Rp60 juta per unit sehingga perkiraan total kerugian negara antara Rp532 juta sampai dengan Rp1,5 miliar. (antara/jpnn)
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News