Kopi bagi sebagian orang adalah rutinitas wajib tak bisa dilepas. Sehari tanpa kopi rasanya ada yang kurang. Ada yang suka menyeduh sendiri, sementara yang lain memilih untuk ngopi di warkop. Untuk yang yang punya duit lebih, coffeeshop jadi pilihan mereka.
Kopi juga kini tak melulu disajikan langsung. Ada juga jenis minuman kopi yang dikemas dalam botol. Salah satunya adalah Den Kopi.
Menyebut kopi kemasan, mungkin yang terbayang di pikiran kamu adalah jenis-jenis kopi yang bisa dibeli di banyak minimarket. Namun Den Kopi lebih dari itu. Ini adalah varian baru dalam dunia kopi khususnya kopi susu. Minuman ini diracik dengan metode vietnam drip namun tentunya dengan sedikit modifikasi. Karena dibuat dengan metode vietnam drip, Den Kopi memiliki bodi kopi lebih tebal dibanding dengan kopi yang dibuat dengan metode lain.
Adalah Denny Azhary Safryono yang memiliki brand Kopi Den ini. Ia mengatakan, ide awal menciptakan varian kopi baru ini setelah mencoba beberapa jenis kopi. “Awalnya ada beberapa nama seperti Kopi Tetes, Kopi Sabar karena sesuai dengan metode pembuatannya. Tapi setelah dipikir-pikir dan didiskusikan ke beberapa kawan, karena nama saya Denny jadi saya pakai singkatan Den-nya sekaligus juga supaya lebih mudah diingat di telinga,” cerita Denny kepada GenPI.co
Denny menambahkan, rupanya kata ‘Den’ itu juga merupakan bahasa Padang yang artinya ‘Aku’. Hal ini menambah kekayaan dalam arti Den Kopi.
Den Kopi menyediakan beberapa varian rasa. Ada kopi susu, Mocha, Less Sweet, Vietnam, dan Mixed. “Semua menggunakan kopi robusta dan arabika, atau hanya arabika saja,” jelasnya.
Salah satu kopi yang paling keras ialah Kopi Sawda. Ini varian yang jarang dipesan. Kopi ini adalah kopi hitam tapi khusus yang ini dibuat dengan metode French Press. Kopinya menggunakan campuran jenis kopi robusta dan arabika, atau hanya arabika.
Denny mengungkapkan, awal usahanya berjalan, ia menggunakan kopi dari Bengkulu dengan tingkat roasting medium to dark. Namun dengan berbagai alasan, sang owner akhirnya menggunakan kopi excelso
“Kopi Excelco ini rasanya sangat dekat dengan rasa Den Kopi sebelumnya. Selain itu, Kopi Excelso ini sangat mudah didapat karena tidak dikuasai segelintir orang saja,” katanya.
Kopi Den ini ditawarkan dengan harga cukup terjangkau. Untuk varian kopi susu, mocha, less sweet, mixed dan sawda Rp15 ribu untuk botol ukuran 250ml dan RP5 ribu untuk botol ukuran 80/100ml. Sementara kopi vietnam harganya Rp20 ribu untuk kemasan botol 250ml dan 10rb untuk botol 80/100ml.
“Kita tak menggunakan pengawet. Jika kopinya berada di dalam pendingin, kopi akan tahan hingga 14 hari. Sedangkan jika tidak disimpan dalam pendingin hanya sekitar 24jam dan jangan sampai terkena sinar matahari,” Denny menjelaskan.
Lantaran tidak memiliki kedai khusus, Denny memasarkan kopi racikannya itu di beberapa kios minuman. Beberapa tempat di antaranya koperasi karyawan Panasonic di Cawang, kedai Nyam Nyam di Pasar Modern Bintaro dan di Kedai Harma daerah Depok. Bisa juga memesan secara online.
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News