Seniman: Kami Tak Butuh Hotel Bintang 5 

26 November 2019 15:45

GenPI.co - Seniman Radhar Panca Dahana mengatakan keputusan Jakpro mendirikan hotel bintang lima di pusat kesenian Taman Ismail Marzuki (TIM) memiliki pendekatan yang keliru dengan mengedepankan sisi komersial.

"Iya dianggap sebagai 'cost center' melulu, duit doang. Mereka bikin jalan keluar yang keliru. Nah ini makanya seperti kami bilang mau revitalisasi apa pun boleh saja tapi ajak bicara seniman yang menggerakkan TIM itu karya-karya membuat reputasi," kata Radhar di Jakarta, Selasa (26/11).

BACA JUGA: TIM Mau Dibangun Hotel Bintang 5, Begini Pesan Djarot Buat Anies

Radhar mengatakan dengan mendirikan hotel tidak sejalan dengan visi menjadikan TIM sebagai pusat kesenian bagi para seniman yang telah besar dan tumbuh bersama dalam wadah untuk berekspresi itu.

"Karena kebudayaan itu bukan cost. Kebudayaan itu investasi. Selama ini pendekatannya kesenian itu seolah-olah buang duit gitu. Itu keliru besar.," ujarnya.

Investasi kebudayaan yang dimaksud Radhar adalah investasi dari segi imateriil yang tidak dapat dibandingkan dengan keuntungan yang nantinya didapatkan dari biaya sewa hotel yang dijanjikan oleh Jakpro.

BACA JUGA: Jakartans, Siapkan Payung! Hujan di Jaksel dan Jaktim Siang ini

"Ukurannya berbeda, ukurannya bagaimana kita membuat manusia yang berintrgritas. Punya kepribadian, tidak korup, tidak bohong, tidak manipulatif dan lain lain," kata sastrawan itu.

Menurut Radhar yang juga ketua dari para seniman TIM, hingga saat ini dirinya serta seniman lainnya yang menandatangani Pernyataan Cikini tidak pernah diajak untuk berdiskusi oleh Jakpro terkait pembangunan hotel bintang lima yang akan bernama Wisma TIM. (ant)

Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News

Redaktur: Cahaya

BERITA TERPOPULER

BERITA TERKAIT

Copyright © 2025 by GenPI.co