GenPI.co - Anak laki-laki berinisial A (2) menjadi korban banjir di Kebon Baru, Tebet, Jakarta Selatan, pada Selasa (4/3).
Korban terseret arus Kali Ciliwung dan dalam kondisi tak memakai pelampung saat evakuasi banjir.
"Jadi yang pakai pelampung itu damkarnya, sedangkan yang korban enggak dikasih," kata tante korban bernama Siti Mulatifah, Rabu (5/3).
Peristiwa ini bermua ketika ibu korban bersama dua anaknya dipilih untuk dievakuasi terlebih dahulu oleh petugas Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Selatan.
Siti membeberkan korban dari awal tidak diberi pelampung saat proses evakuasi.
Padahal ketika evakuasi berlangsung, ketinggian banjir mencapai dua meter.
"Awalnya memang lawan arus, arus deras. Terus juga nggak dikasih pelampung," ungkap dia.
Setelah itu, ibu korban serta korban dan tetangganya juga dievakuasi.
Ketika itu ibu dan korban pun saling memeluk satu sama lain karena perahu sempat terombang-ambing dengan arahnya yang maju mundur.
"Korban dipegang sama orang tuanya, dipeluk," tutur dia.
Akan tetapi, arus sangat deras sehingga perahu terbalik. Hal ini menyebabkan korban akhirnya terbawa arus.
Korban ditemukan meninggal dunia di belakang musala pada Rabu pukul 00.30 WIB.
"Saya sih cuma kasih pesan saja biar ke depannya lebih baik lagi, biar tidak ada korban lagi. Sama ya korban harus pakai pelampung biar lebih aman agar tidak ada korban selanjutnya," jelas dia.(ant)
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News