GenPI.co - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengkaji pemberian bantuan sosial (bansos) bagi guru non-ASN dan nonsertifikasi yang tidak mampu.
Sekretaris Jenderal (Sesjen) Kemendikdasmen Suharti mengatakan bansos ini adalah janji Presiden pada perayaan Hari Guru Nasional (HGN) 2024.
“Jadi pada waktu hari Guru Nasional tahun 2024, Pak Presiden menjanjikan akan memberikan bantuan untuk guru non-ASN dan nonsertifikasi yang tidak mampu. Jadi sekarang dalam proses pemadanan data dengan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN),” kata Sesjen Suharti, dikutip Jumat (28/2).
Suharti menjelaskan Kemendikdasmen dalam tahap mengkaji jumlah penerima bansos serta besaran bansos yang akan diterima oleh para guru.
Sebelumnya, Menteri Sosial Saifullah Yusuf berkolaborasi dengan Kemendiksasmen dan BPS untuk memadankan data guru dalam penyaluran bansos dari Presiden.
"Data harus satu pintu, sehingga bisa disediakan data yang solid," ungkap Mensos.
Sementara itu, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Amalia Adininggar Widyasanti membeberkan pemadanan data guru memerlukan komunikasi dua arah dari Kemendikdasmen dan Kemenag.
Pemadanan data guru ini disusun dengan memasukkan nama, NIK, status sertifikasi hingga status pegawai.
"BPS memiliki tugas melakukan pembinaan data sektoral. Ke depan kita arahkan kementerian harus melengkapi datanya," tutur Amalia.
Adapun pemadanan nama-nama guru penerima ini bansos dicek sesuai DTSEN.
Apabila ditemukan nama ganda, maka bisa langsung dicek sesuai NIK tunggal di DTSEN.
"Dengan DTSEN kita bisa bersihkan dan buat lebih bagus," jelas dia.(ant)
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News