Cak Nun: Saya Masih Mengingat Karya WS Rendra

08 November 2019 11:47

GenPI.co - Beragam cara dilakukan untuk  mengenang  1 dekade meninggalnya seniman besar Indonesia WS Rendra. Salah satunya adalah acara Rindu Rendra yang digelar di di Gedung Pusat Perfilman Usman Ismail, Kuningan, Jakarta, Kamis (7/11). Dalam acara itu digelar  diskusi bertajuk Megatruh

BACA JUGA: Panembahan Reso, Garin Nugroho: Ada Keanggunan di Tubuh WS Rendra

Diskusi itu menghadirkan budayawan Emha Ainun Najib. Ia mengatakan, banyak hal yang bisa dipetik dari karya-karya karya yang lahir dari Rendra.

“Hingga kini saya masih mengingat karya Rendra yang dihasilkan oleh Rendra. Dengan karyanya (Rendra) Indonesia memiliki putra bangsa yang hingga kini masih dikenang dan karya,” ujar budayawan yang akrab dipanggil Cak Nun itu.

Ia menuturkan, karya-karya Rendra dapat dijadikan referensi mengenai kritik politik di negeri Indonesia.

“Saya akan minta kepada pihak seperti kelompok seni di Taman Ismail Marzuki, Jakarta dan daerah lainnya untuk mengadakan acara mengenang jasa Rendra untuk 10 tahun wafatnya Rendra,” katanya lagi.

BACA JUGA: Mau Nonton Panembahan Reso? Begini Caranya

WS Rendra sendiri dilahirkan di Solo, 7 November 1935 di Solo Jawa Tengah.  Pria yang bernama panjang Willibrorsus Surendra Broto Rendra dikenal sebagai sosok seniman dan sastrawan besar. Begitu dihormatinya WS Rendra, hingga ia memiliki julukan khusus ‘Si Burung Merak’.

WS Rendra wafat pada 6 Agustus 2009 wafat di Depok, Jawa Barat. Semasa hidupnya Rendra melahirkan karya-karua puisi tentang sosial, budaya dan politik yang bermanfaat bagi Indonesia.

Salah satu mahakaryanya adalah pertunjukan drama berjudul Panembahan Reso yang dipentaskan pada tahun 1989 lalu. Kabar baiknya, drama ini akan kembali dipentaskan pada 25 dan 26 Januari 2020, di Ciputra Artpreneur, Jakarta.

Pementasan mahakarya WS Rendra ini dipersembahkan oleh GenPI.co. JPNN.com yang bekerja sama dengan beberapa pihak lainnya.

Simak video pilihan redaksi berikut ini:

Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News

Redaktur: Paskalis Yuri Alfred

BERITA TERPOPULER

BERITA TERKAIT

Copyright © 2025 by GenPI.co