GenPI.co - Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin), Sampoerna Retail Community (SRC), dan komunitas pencinta lingkungan mengajak masyarakat meningkatkan kesadaran tentang pengelolaan limbah.
Tindakan nyata yang dilakukan ialah menggelar World Clean Up Day (Hari Bersih-Bersih Dunia) dengan tema Bulan Bersih Surakarta: Cintai Bumi, Kelola Sampah demi Kurangi Jejak Lingkungan, untuk Surakarta yang Lebih Indah, Sabtu (7/9).
Salah satu inisiatif yang dijalankan ialah kampanye bertajuk #SayaAjaBisa: Satu Langkah Kecil, Dampak Besar Untuk Bumi.
Acara yang diselenggarakan di Kawasan Kampung Batik Laweyan Surakarta itu melibatkan sekitar 500 sukarelawan dari unsur masyarakat, pengusaha toko kelontong anggota SRC, dan Komunitas Solo Bersih.
Kegiatan bersih-bersih menyasar Sungai Jenes dan Kawasan Kampung Batik Laweyan. Para peserta tampak antusias dan penuh semangat mengikuti kegiatan sampai selesai.
Ketua Harian Forum Pengembangan Kampung Batik Laweyan Setiawan Muhammad mengatakan kegiatan bersih-bersih kampung dan sungai sudah sering dilakukan.
“Namun, yang kerja sama dengan pihak-pihak lain baru sekali ini kami adakan di Kampung Batik Laweyan. Saya sangat berterima kasih. Artinya, peduli dengan lingkungan yang ada di Kampung Batik Laweyan ini,” kata Iwan.
Wakil Ketua Bidang Organisasi dan Komunikasi Kadin Surakarta Farid Sunarto mengaku senang melihat para sukarelawan peduli terhadap lingkungan.
“Senang sekali menyaksikan para relawan untuk peduli pada lingkungan,” terang Farid.
Perwakilan dari Sampoerna untuk Indonesia Arief Triastika berharap kegiatan bersih-bersih lingkungan yang dilakukan di Kampung Batik Laweyan Surakarta bisa membawa dampak bagi masyarakat luas.
“Tentu harapan kami dari kegiatan ini bisa membawa hasil dan manfaat yang sama-sama bisa menjadi inspirasi bahwa satu yang kita lakukan secara sederhana bisa berdampak bagi masyarakat banyak,” kata Arief.
Arief menjelaskan pihaknya juga aktif menggelar dan mendukung berbagai kegiatan, seperti edukasi mengenai kebiasaan untuk membuang sampah pada tempatnya.
“Salah satu kegiatan tersebut ialah gerakan #SayaAjaBisa sejak 2018 untuk meningkatkan kesadaran menjaga lingkungan kepada masyarakat luas,” ucap Arief.
Salah satu peserta bersih-bersih yang merupakan anggota SRC Budi Susilowati mengaku senang bisa ikut terlibat dalam kegiatan di Kampung Batik Laweyan.
“Saya berharap masyarakat sekitar membuang sampah pada tempat sampah yang
Tersedia,” kata dia.
Pemilik usaha toko kelontong SRC lainny,a Umi Muslimah (43) mengaku baru pertama kali ikut kegiatan bersih-bersih di Kampung Batik Laweyan.
“Harapannya biar Solo bersih, berseri seperti pedomannya, yakni Solo Berseri,” ucapnya. (*)
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News