Sudah tahu kan, kalau Pulau Flores di NTT adalah salah satu daerah penghasil kopi berkualitas tinggi? Nah, keunikan cita rasa kopi Flores itu bisa kamu temukan jika berkunjung ke Pekan Raya Indonesia (PRI) di ICE BSD, Tangerang Selatan. Event tersebut digelar sejak 27 September hingga 7 Oktober mendatang.
Kopi Flores memang memiliki keunikan. Aromanya yang khas membuatnya berbeda dari kopi yang lainnya. Salah satu yang bisa kamu rasakan di PRI adalah Kopi Flores Ulung Wae. Menempati salah satu stand di pameran itu, kamu bisa melihat penyajian kopi secara langsung hingga pembuatannya.
Kopi UlungWae ini dimiliki oleh Maria Eugeny. Ia menjelaskan, kopi dari timur ini memiliki aroma manis, rasa cengkeh, bunga-bunga dan buah-buahan. Itu karena perkebunan kopi yang ditanam secara tumpang sari dengan tanaman lain. Pohon kopi tumbuh bersama tanaman buah-buahan dan cengkeh.
Kondisi geografis Flores berpengaruh terhadap rasa kopi begitu nikmat. "Kopi Flores sendiri itu rasanya enak karena perkebunan yang ada pegunungan dan terkena angin kering Australia. Makanya kopi Flores terasa istimewa," tutur Maria.
Kopi khas dari Flores ada tujuh jenis. Ada robusta, arabica, lanang, luwak, red catura, yellow catura dan juriah. Sebagaimana djelaskan Maria, salah satu yang terfavorit adalah juriah. Ini adalah jenis kopi langka. Di Manggarai, tanaman kopi tersebut telah dibawa oleh bangsa belanda dan coba dikembangkan pada tahun 1937.
"Juriah itu jenis kopi langka. Di desa saya, Ulung Wae, hanya ada 600 pohon. Setiap panen per dua tahun, dapat dua ton. Masyarakat sangat menjaga juriah ini karena tidak bisa ditanam ulang," ujar pengusaha kopi asal Manggarai ini.
Maria juga mengungkapkan kopi juriah ini pernah dicoba dipindahkan. Tapi kemudian mati karena tanahnya tidak cocok.
Di stan UlungWae, GenPI.co sempat mencoba kenikmatan Kopi Flores yang unik ini. Aswin Mahu yang menjaga stan, memeragakan cara penyajian kopi agar mendapatkan cita rasa yang maksimal
“Biji kopi yang sudah disangrai selama 10 hingga 15 menit tergantung selera yang diinginkan. Setelah itu, didiamkan selama sehari. Kopi ini kemudian digiling menjadi halus dan seduh dengan air panas dan disaring, ujar Aswin.
Klaim soal rasa kopi yang unik seketika terbukti saat GenPI.co berkesempatan menyesap satu dua teguk. Warna kopinya tidak begitu hitam tapi rasanya ada buah-buahan, rasa cengkeh dan tidak terlalu asam. Aromanya pun sangat wangi.
"Iya rasanya ada buah-buah karena ditanam bersama buah dan pohon cengkek. Aromanya juga wangi," imbuh Aswin.
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News