GenPI.co - Potensi hujan justru meningkat pada akhir Juli dan Agustus 2024 di DKI Jakarta.
Pengamat Meteorologi dan Geofisika BMKG Nanda Alfuadi mengatakan dalam sepekan ke depan wilayah Jabodetabek diprediksi masih relatif kering.
"Ke depan akan mengalami peningkatan potensi hujan pada akhir Juli dan Agustus 2024," kata dia, dikutip Jumat (19/7).
Nanda menjelaskan Jakarta masih musim kemarau karena jumlah curah hujan dalam satu dasarian (10 hari) belum mencapai 50 milimeter dan diikuti oleh dua dasarian berikutnya.
Nanda menyebut kemarau merupakan kondisi cuaca tanpa hujan yang lebih sering terjadi dibandingkan cuaca hujan.
Selain itu, perubahan iklim juga mempengaruhi pola musim.
"Sehingga kemarau bukan berarti tidak ada hujan sama sekali," imbuh dia.
Menurut dia, hujan bersifat lokal dan terbentuk karena pemanasan lokal yang intens seperti pada sore hari.
Dia menyebut intensitas hujan bisa bersifat deras. Apabila berhari-hari tidak ada hujan, maka ada potensi hujan sering kali disertai petir dan angin kencang.
Di sisi lain, pemerintah diminta memastikan kapasitas infrastruktur dan sistem tata kelola sumber daya air.
Hal ini untuk mengantisipasi peningkatan curah hujan di Jakarta.
Di samping itu, masyarakat juga diimbau mengantisipasi cuaca hujan dengan memonitor informasi perkembangan cuaca dan peringatan dini cuaca ekstrem dari BMKG.(ant)
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News