GenPI.co - Drone thermal digunakan Badan pencarian dan pertolongan nasional (Basarnas) untuk mencari korban banjir lahar dingin Gunung Marapi yang hilang di Sumatra Barat (Sumbar).
Kepala Basarnas Kusrowo mengatakan ada sejumlah perangkat drone thermal yang digunakan petugas SAR di lapangan dalam operasi korban banjir yang dilaporkan hilang.
Total ada 11 orang warga yang dilaporkan hilang dalam bencana banjir lahar dingin Gunung Marapi ini.
"Hasil pelaksanaan operasi SAR memang masih nihil tapi tim di lapangan akan terus berusaha bekerja sesuai dengan standar operasional prosedur yang ada," kata dia, dikutip Rabu (22/5).
Sebanyak 11 korban tersebut masing-masing 1 warga Kabupaten Agam dan 10 orang warga Kabupaten Tanah Datar.
Mereka hilang sejak wilayahnya dilanda banjir lahar dingin Gunung Marapi, Sabtu (11/5).
Kusrowo menjelaskan drone thermal yang memiliki kemampuan pendeteksian dan beresolusi 640x512 pixel itu diterbangkan pada jarak ketinggian rendah kurang dari 2-2,5 meter di atas permukaan tanah.
Drone ini menyusuri tepian sungai dan lokasi tumpukan material sisa banjir yang telah dipetakan sebelumnya.
Di sisi lain, pencarian korban juga diperluas dengan menerjunkan sebanyak personel gabungan yang dibagi dalam 6 tim.
Mereka mencari ke Padang Gantiang, Kabupaten Tanah Datar - Kabupaten Sijunjung dan Lima Kaum, Parambahan - Kota Sawahlunto.
Kusrowo menambahkan selain drone, tim juga mengerahkan alat berat, dan anjing pelacak terlatih dari Polri untuk mencari keberadaan warga yang hingga kini belum ditemukan.(ant)
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News