GenPI.co - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melanjutkan modifikasi cuaca untuk mengantisipasi banjir lahar dingin Gunung Marapi susulan di Sumatra Barat.
Kepala BNPB Letnan Jenderal (Letjen) TNI Suharyanto mengatakan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) terus dilanjutkan.
"Teknologi modifikasi cuaca ini kami lakukan sampai dengan masa tanggap darurat itu sudah berjalan dengan bagus dan bila terjadi hujan tidak ada lagi bahaya susulan," kata dia, dikutip Jumat (17/5).
Suharyanto menjelaskan pihaknya bersama Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), TNI AU, dan pemda setempat melakukan modifikasi cuaca pada Rabu (15/5) siang.
Pada hari tersebut ada dua sortie penerbangan yang dimulai pukul 13.30 WIB dengan membawa 1 ton Natrium Klorida (NaCl) pada setiap sortie.
"Hari pertama operasi teknologi modifikasi cuaca kita lakukan dua sortie dan hari ini pasti lebih karena dimulai sejak pagi tadi," ujar dia.
Suharyanto membeberkan teknologi modifikasi cuaca dilakukan untuk mengalihkan hujan agar tidak turun di lokasi bencana.
Hal ini terutama di Kabupaten Agam, Kabupaten Tanah Datar dan Kota Padang Panjang.
Dia berharap tidak terjadi hujan selama 1 minggu ke depan sehingga material yang masih menumpuk di sekitar Gunung Marapi tidak terbawa arus banjir lahar dingin.
Sebelumnya Kepala BMKG Dwikorita Karnawati menjelaskan modifikasi cuaca diperlukan agar tidak terjadi hujan di lokasi bencana.
"Jadi kami mengupayakan agar hujan tidak turun di lokasi bencana dan diturunkan di laut," jelas dia.(ant)
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News