GenPI.co - Kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Benny Rhamdani mengajak masyarakat untuk memerangi human trafficking di Indonesia.
Benny menilai human trafficking terjadi karena adanya upaya-upaya gangguan sindikat mafia.
Dia menganggap sindikat tersebut selama ini mengambil keuntungan kotor dari bisnis dengan cara memperdagangkan manusia, termasuk anak-anak bangsa.
"Oleh karena itu, harus diperangi, dilawan, dan dihentikan bersama," ucap dia Thamrin 10, Jakarta Pusat, Minggu (18/12).
Menurut Benny, upaya perlawanan tidak cukup dilakukan BP2MI saja, tetapi juga memerlukan peran seluruh stakeholder.
Dia juga mengatakan 24 kementerian atau lembaga yang terikat oleh undang-undang TPPO Nomor 21 Tahun 2007 dan Perpres Nomor 22 Tahun 2021 juga harus ikut memerangi human trafficking.
"Oleh karena itu, saya membutuhkan konsistensi dan komitmen dari kementerian atau lembaga agar benar-benar berani memerangi sindikat ilegal," kata dia.
Benny mengatakan, sudah saatnya semua pihak ikut menyelamatkan anak-anak bangsa agar tidak menjadi korban perdagangan orang.
Dia pun membeberkan data BP2MI dalam 2 tahun terakhir yang menunjukkan cukup banyak kasus soal human trafficking.
Benny menyebut hampir 1.500 orang yang kembali ke tanah air dalam keadaan meninggal dan sudah dalam peti jenazah.
"Sementara itu, sebanyak 3.200 orang mengalami sakit, cacat secara fisik, depresi, hingga hilang ingatan," pungkasnya. (*)
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News