Sertifikat Tanah Gereja Jadi Pagar bagi Mafia Tanah agar Tidak Ganggu Hak Umat

16 Desember 2022 17:05

GenPI.co - Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Wakil Kepala Badan Pertanahan Nasional (Wamen ATR/Waka BPN), Raja Juli Antoni menyerahkan empat sertifikat untuk gereja yang ada di wilayah Provinsi DKI Jakarta. Penyerahan sertifikat ini berlangsung di SMA Kolese Gonzaga Jakarta, Selasa (13/12).

Dalam sambutannya, Raja Juli Antoni menegaskan kembali akan perintah presiden kepada Menteri ATR/Kepala BPN dan dirinya, yakni seluruh tanah di Indonesia wajib didaftarkan.

Di antara tanah tersebut, salah satu yang menjadi fokus utama Kementerian ATR/BPN adalah sertifikasi rumah ibadat.

BACA JUGA:  BPN Siap Salurkan 1.200 Sertifikat Tanah Warga Batam

“Hari ini cuma empat sertifikat yang dibagikan, tetapi saya yakin Kepala Kantor Wilayah dan Kepala Kantor Pertanahan sudah lebih dulu memberikan banyak sertifikat rumah ibadat lainnya. Saya harap sertifikat yang ada di tangan Bapak/Ibu hari ini, maupun sertifikat gereja lain di Indonesia merupakan kado natal dari Kementerian ATR/BPN untuk semua umat kristiani,” ujar Raja Juli Antoni.

BACA JUGA:  Menteri ATR/Kepala BPN Hadi Tjahjanto Serahkan 10 Ribu Sertifikat Tanah PTSL

Dia berharap, sertifikasi terhadap tanah gereja dapat menjadi pagar yang membuat mafia tanah tidak bisa mengganggu hak-hak umat.

"Kami yakin sekali lagi apabila tanah gereja, tanah-tanah rumah ibadat diberikan haknya, dipastikan haknya, tentu para rohaniwan lebih ikhlas dan lebih tenang pikiran untuk melakukan pembinaan kepada umat, tentu spirit spiritual seperti itu dibutuhkan bagi bangsa ini,” tutur Wamen ATR/Waka BPN.

BACA JUGA:  Menteri Hadi Tjahjanto Serahkan Sertifikat Konsolidasi Tanah di Desa Penawangan

Pada kesempatan yang sama, Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi DKI Jakarta, Dwi Budi Martono menuturkan bahwa kegiatan ini sekaligus sebagai kampanye untuk menyosialisasikan penyertipikatan seluruh bidang tanah di DKI Jakarta.

Dia pun berharap agar para pendeta atau pengurus gereja lain ikut menyebarluaskan informasi bagaimana pentingnya sertifikasi tanah.

“Kami kemarin survei, ternyata yang tahu PTSL (Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap, red) itu baru 78%, yang mengikuti PTSL lebih dari 98% puas. Nah saya ingin orang-orang seperti rama ini ikut memberikan sosialisasi, melalui keuskupan rama, mudah-mudahan bisa digaungkan lagi bagaimana kita bisa untuk segera menyertipikatkan seluruh bidang tanah,” ungkap Dwi Budi Martono.

Momen penyerahan sertifikat ini dihadiri pula oleh Kepala Kantor Pertanahan Kota Administrasi Jakarta Selatan, Sigit Santosa selaku pelaksana penyelenggara; serta beberapa pengurus gereja di DKI Jakarta. (adv)

Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News

Redaktur: Ragil Ugeng

BERITA TERPOPULER

BERITA TERKAIT

Copyright © 2025 by GenPI.co