GenPI.co - Polda Sumatera Barat (Sumbar) menduga gas metana menjadi penyebab tambang batu bara di Sawahlunto meledak pada Jumat (9/12).
Meskipun demikian, Polda Sumbar tetap akan menyelidiki kasus tambang batu bara yang meledak itu.
Sebab, gas metana yang disebut sebagai penyebab ledakan hanyalah dugaan awal.
“Kami akan turunkan tim khusus dari Polda Sumbar untuk melakukan penyelidikan," kata Kapolda Sumbar Irjen Suharyono.
Dia menjelaskan pihaknya akan mengecek ulang dan mengkaji standar operasional tambang batu bara milik PT Nusa Alam Lestari (NAL) itu.
Menurut Suharyono, tambang tersebut sudah beroperasi sejak 2006. Sebelumnya, tidak pernah terjadi ledakan di tambang itu.
Suharyono mengatakan tambang milik PT NAL itu mempunyai 22 lubang.
Pihaknya pun tidak ingin tergesa-gesa melakukan tindakan, seperti menghentikan izin operasi PT NAL.
Sebab, perusahaan tambang itu mempunyai ratusan karyawan yang menggantungkan hidup.
“Saat ini tambang kami tutup sementara untuk dilakukan penyelidikan guna mencari penyebab pasti terjadinya ledakan," kata Suharyono.
Insiden tambang batu bara meledak di Sawahlunto menyebabkan sepuluh pekerja meninggal dan empat lainnya mengalami luka-luka. (ant)
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News