Tambang Batu Bara Sawahlunto Meledak, Gas Metana Penyebabnya

10 Desember 2022 11:45

GenPI.co - Polda Sumatera Barat (Sumbar) menduga gas metana menjadi penyebab tambang batu bara di Sawahlunto meledak pada Jumat (9/12).

Meskipun demikian, Polda Sumbar tetap akan menyelidiki kasus tambang batu bara yang meledak itu.

Sebab, gas metana yang disebut sebagai penyebab ledakan hanyalah dugaan awal.

BACA JUGA:  Jabar Segera Bentuk Satgas Pertambangan

“Kami akan turunkan tim khusus dari Polda Sumbar untuk melakukan penyelidikan," kata Kapolda Sumbar Irjen Suharyono.

Dia menjelaskan pihaknya akan mengecek ulang dan mengkaji standar operasional tambang batu bara milik PT Nusa Alam Lestari (NAL) itu.

BACA JUGA:  Polri Tangkap 3 Tersangka Tambang Ilegal di Kalimantan Timur

Menurut Suharyono, tambang tersebut sudah beroperasi sejak 2006. Sebelumnya, tidak pernah terjadi ledakan di tambang itu.

Suharyono mengatakan tambang milik PT NAL itu mempunyai 22 lubang.

BACA JUGA:  Tambang Batu Bara Sawahlunto Meledak, 10 Pekerja Meninggal

Pihaknya pun tidak ingin tergesa-gesa melakukan tindakan, seperti menghentikan izin operasi PT NAL.

Sebab, perusahaan tambang itu mempunyai ratusan karyawan yang menggantungkan hidup.

“Saat ini tambang kami tutup sementara untuk dilakukan penyelidikan guna mencari penyebab pasti terjadinya ledakan," kata Suharyono.

Insiden tambang batu bara meledak di Sawahlunto menyebabkan sepuluh pekerja meninggal dan empat lainnya mengalami luka-luka. (ant)

Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News

Redaktur: Ragil Ugeng

BERITA TERPOPULER

BERITA TERKAIT

Copyright © 2025 by GenPI.co