Tokoh Pemuda Jayapura Minta Lukas Enembe Berjiwa Kesatria

11 Oktober 2022 16:40

GenPI.co - Tokoh pemuda Jayapura Robert Entong mengatakan permintaan keluarga dan Kuasa Hukumnya agar KPK memeriksa Lukas Enembe di lapangan tidak tepat.

Menurutnya, Lukas Enembe dituduh menerima gratifikasi senilai Rp1 miliar, maka yang dipakai hukum Pemerintah.

“Pakai hukum apakah? Hukum pemerintah atau hukum adat?,” tanya Robert di Jayapura, Selasa (11/10).

BACA JUGA:  Isu Ijazah Palsu Jokowi, Gibran: Daftar Wali Kota, Gubernur, Presiden Pakai Daun Pisang

Kalau mau memakai hukum adat, dirinya juga bingung karena masyarakat adat Papua, khususnya di wilayah adat Jayapura tidak mengadili orang di lapangan terbuka.

“Lukas menjadi Gubernur Papua karena dipilih rakyat menggunakan hukum pemerintah. Kami tidak pernah pilih dia jadi kepala suku,” kata Robert.

BACA JUGA:  Sidang Ferdy Sambo, Majelis Hakim Bakal Dikawal Ketat?

Dia pun meminta Lukas bersikap kesatria, mau bertanggung jawab atas semua perbuatannya sesuai hukum yang berlaku.

“Periksa di ruangan kan bisa disaksikan oleh masyarakat karena sudah ada media massa dan televisi yang menyiarkan agar masyarakat bisa melihat,” ungkapnya.

BACA JUGA:  Boas: Lukas Enembe Diangkat Kepala Suku Besar Sama Saja Melecehkan Papua

Robert menilai sikap Lukas Enembe dan keluarga berlit-belit, agar bisa lepas dari jeratan hukum. Buktikan ke KPK, apabila tidak ada kesalahan pasti dibebaskan.

“Jangan bawa-bawa adat dan menjadikan masyarakat sebagai tempat berlindung dari kesalahan,” tegas Robert.

Dia pun mengimbau masyarakat yang masih melindungi Lukas di kediaman pribadinya di Koya Tengah, untuk mengakhiri aksinya.

“Kumpul-kumpul ratusan orang, bawa panah, bawa kampak, bikin kami masyarakat Jayapura resah. Warga selalu khawatir, tidak bisa kerja dengan tenang,” pungkasnya. (*)

Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News

Redaktur: Cahaya

BERITA TERPOPULER

BERITA TERKAIT

Copyright © 2025 by GenPI.co