GANGSAR #2 Gugur Gunung Sajikan Karya Perupa Kota Yogyakarta

20 September 2022 19:10

GenPI.co - Para perupa Kota Yogyakarta menampikan karyanya dalam pameran bertajuk GANGSAR #2 Gugur Gunung untuk meramaikan Festival Kebudayaan DIY 2022 di Museum Kotagede pada 17-23 September 2022.

Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta pun turut berpartisipasi dalam festival bertajuk Merekah Ruah itu.

Anggota Dewan Kebudayaan Kota Yogyakarta Astuti Kusumo menjelaskan kesenian harus mendapatkan dukungan besar.

BACA JUGA:  Kuliah Sambil Kerja, Michelle Wisudawan Terbaik UPN Yogyakarta, IPK 3,98

Dia mengatakan Yogyakarta sudah dikenal sebagai gudang seni yang tak pernah sepi dari kegiatan seni di ruang publik.

“Kegiatan itu juga menjadi wujud pemerintah menyapa dan mengenal warga seni rupa di Kota Yogyakarta," ujar Astuti, Selasa (20/9).

BACA JUGA:  Pernah Down, Ary Jadi Mahasiwa Termuda UPN Yogyakarta, Usia 15 Tahun

Kepala Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta Yetti Martanti menuturkan

GANGSAR #2 Gugur Gunung 2022 mampu memberikan ruang ekspresi bagi 75 orang seniman, khususnya dari Yogyakarta.

BACA JUGA:  Melegenda, Yuk Icip Nikmatnya Soto Daging Cak Ngun di Yogyakarta!

“Kegiatan itu mempunyai harapan bersama-sama gotong royong mempertahankan eksistensi seni rupa di Kota Yogyakarta," ucap Yetti.

Praktisi Seni dari Fakultas Seni Rupa dan Program Pascasarjana Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta Suwarno Wisetrotomo menuturkan ada beberapa persoalan yang harus dipetakan untuk membangun identitas seni Kota Yogyakarta.

Menurut dia, Yogyakarta akan makin tumbuh menjadi “pintar” yang memudahkan warga hidup bersama

“Selain itu, kota akan berfungsi sebagai kota penghubung sekaligus melting pot bagi para seniman dari mana pun asal tinggalnya," kata Suwarno.

Suwarno menjelaskan identitas Kota Yogyakarta perlu dibangun dan dikukuhkan dengan banyak cara, seperti melalui pinggiran dan sejumlah situs.

Menurut dia, Kotagede sangat pantas digunakan sebagai tempat penyelenggaraan GANGSAR #2 Gugur Gunung. Sebab, Kotagede adalah museum hidup.

Warsono menjelaskan gugur Gunung mengisyaratkan kerja bersama untuk mencapai tujuan bagi kepentingan semua.

“Watak dasar kita sebagai makhluk sosial ialah kebersamaan. Karya seni pun selalu berwatak 'menyapa' siapa saja dengan cara-cara yang lembut maupun provokatif," ujar Suwarno. (ADV)

Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News

Redaktur: Pulina Nityakanti Pramesi

BERITA TERPOPULER

BERITA TERKAIT

Copyright © 2025 by GenPI.co