GenPI.co - Ratusan massa mendatangi kantor Kementerian Agraria dan Tata Ruang Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) guna mendukung pemberantasan mafia tanah di Indonesia.
Massa yang mengatasnamakan Qumindo Nesia Semesta memenuhi trotoar di depan kantor ATR/BPN, di Jalan Sisingamangaraja, Jakarta Selatan, Selasa (23/8).
“Berantas, berantas, berantas mafia tanah!,” kata rombongan aksi.
Sementara Ketua Harian Qumindo, Fajar Lesmana mengatakan pada prinsipnya aksi Qumindo untuk mendukung secara penuh pemberantasan mafia tanah lewat kementeriaan ATR/BPN.
Apalagi, kata Fajar, Presiden Joko Widodo sudah menekankan perang terhadap mafia tanah.
“Kita sudah melihat kerja-kerja real dari Kementerian ATR dengan melakukan pemberantasan terhadap mafia tanah,” kata Fajar.
Pihaknya juga menilai kementerian ATR/BPN masih mempunyai beban yang berat dalam melakukan pemberantasan mafia tanah.
“Mengurangi beban tersebut, negara tidak bisa bekerja sendiri, negara tidak boleh sendirian dalam mafia tanah,” kata Fajar.
Apalagi, kata Fajar, mafia tanah selama ini yang dimaksud adalah terorganisir dan sistematis.
“Yang kita maksudkan adalah mafia tanah yang besar yang terorganisir yang bahkan sudah sangat menggurita dan bisa mengendalikan oknum-oknum di instansi pemerintahan,” tandas Fajar di depan ratusan massa pendukungnya.
Gurita mafia tanah, kata Fajar mengakibatkan ketidakadilan dan kemiskinan yang sistematis juga pada masyarakat pada umumnya.
"Pengaruh mafia tanah yang besar terhadap apartur negara menjadi substansial," pungkasnya. (*)
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News