GenPI.co - Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Strategis Kepolisian (Lemkapi) Dr Edi Hasibuan mengapresiasi langkah Densus 88 Anti Teror Polri yang berhasil menangkap 17 tersangka terorisme di Sumatra.
Rinciannya tersangka ini ditangkap di Aceh sebanyak 13 orang, Sumatra Utara tiga tersangka dan satu tersangka di Riau.
Tersangka yang ditangkap di Sumatra Utara dan Riau belum terindikasi tergabung dengan jaringan yang telah ada.
Sementara, tersangka yang ditangkap di Aceh tergabung dengan jaringan Jamaah Islamiah (JI) dan dua orang dari jaringan Jamaah Ansharud Daulah (JAD).
"Kami apresiasi kerja keras seluruh jajaran Densus 88 Anti Teror Polri yang tidak pernah diam. Mereka siang malam menjaga negeri ini dari berbagai aksi teror," ujar Dr Edi Hasibuan dalam keterangan tertulis di Jakarta, dikutip dari Antara, Rabu (27/7/2022).
Edi Hasibuan menilai kinerja Detasemen Khusus 88 Anti Teror Polri cukup efektif mencegah dan menurunkan aksi terorisme di Indonesia dengan mengedepankan pendekatan lunak (soft power).
"Selama dua tahun terakhir, kami melihat penegakan hukum dalam pemberantasan terorisme kini berbeda jauh dari tahun-tahun sebelumnya. Pendekatan deradikalisasi yang menjadi program unggulan Densus 88 banyak diapresiasi," jelas dia.
Dosen hukum tindak pidana terorisme di Universitas Bhayangkara Jakarta itu meyakini sebagai dampak penegakan hukum yang mengedepankan pembinaan kepada masyarakat ini, situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) terjaga baik.
Sebelumnya, Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen Pol Ahmad Ramadhan menyebutkan keterlibatan para tersangka antara lain latihan menembak untuk peperangan.
"Para tersangka juga menggalang dana untuk terorisme dan membantu para pelaku bom Polresta Medan pada 2019," ungkap Brigjen Pol Ahmad Ramadhan kepada wartawan di Jakarta, Senin (25/7/2022).(Ant)
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News