GenPI.co - Anggota DPR RI Komisi IX Netty Prasetiyani Aher meminta pemerintah mengevaluasi kebijakan pembelian minyak goreng menggunakan PeduliLindungi.
Sebab, menurut Netty, hal itu bakal menyulitkan masyarakat.
“Pemberlakuan aturan ini harus dipikirkan kembali,” kata Netty kepada GenPI.co, Sabtu (2/7).
Dia mengatakan minyak goreng adalah komoditas primer yang sangat dibutuhkan masyarakat.
“Proses distribusinya harus praktis dan memudahkan masyarakat, jangan malah dipersulit,” ucapnya.
Politisi PKS itu menerima aduan dari masyarakat bahwa pembelian minyak goreng curah harga subsidi dengan menggunakan KTP dan PeduliLindungi bisa membahayakan keamanan data pribadi.
"Publik tentu masih ingat perihal info kebocoran data pribadi melalui aplikasi Pedulilindungi,” ucapnya.
Oleh sebab itu, kata Netty banyak yang enggan menggunakan aplikasi tersebut.
“Namun, jika kemudian menjadi syarat dalam mendapatkan minyak goreng subsidi, tentunya ini membebani masyarakat,” katanya.
Lebih lanjut, Netty juga menanyakan fungsi Kartu Sembako Murah yang telah diluncurkan oleh pemerintah.
“Selain itu, apa fungsi Kartu Sembako Murah yang diinisiasi pemerintah jika pembelian minyak goreng curah wajib harus menggunakan aplikasi PeduliLindungi?” tanyanya.(*)
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News