GenPI.co - Di antara kamu pasti sudah membaca kisah viral horor di Twitter berjudul KKN di Desa Penari. Dalam trit yang disebut #MemeTwit, akun @SimpleM81378523 menyebutkan lokasi desa tersebut disamarkan dengan amat sangat. Bahkan hanya memberikan satu huruf saja yakni Desa W di Kota B.
Desa mistis yang disebut-sebut itu bisa jadi huruf awalnya pun dibuat berbeda. Pembuat trit memang sengaja membuat keseluruhan yang berhubungan dengan nama pelaku, tempat, hingga kampus para mahasiswa KKN itu tidak terdeteksi.
Baca juga :
Viral, Kuntilanak Tertangkap Kamera Hape Saat Mati Lampu
Lagi, Google Maps Kembali Potret Hantu Perempuan Tanpa Jasad!
Horor, Rekaman Lagu Raditya Dika Ini Bikin Netizen Merinding
Meski demikian dia tetap menggambarkan suasana di tempat tersebut dengan amat rinci. Dimulai dari perjalanan pertama, Kota S menuju Kota B yang ditempuh 4-5 jam, keduanya di Jawa Timur. Tebakan netizen, para mahasiswa KKN ini berasal dari perguruan tinggi di Surabaya hendak menuju, antara Bondowoso atau Banyuwangi.
Hingga akhirnya tiba di Alas D, lalu mereka melintasi hutan dengan naik motor untuk sampai ke Desa W.
Di desa tersebut ada gubuk bekas posyandu dengan alas tanah, lalu ada pemakaman yang nisannya ditutupi kain hitam serta dikelilingi pohon beringin. Berjalan lagi, di desa ini ada sinden (kolam yang airnya keluar dari tanah) yang tak jauh dari sungai. Di sebelah sungai ada bilik yang didalamnya ada kendi besar dan biasa digunakan warga desa tersebut untuk mandi.
Bangunan rumah warga ampir semua mirip. Digambarkan hanya tembok yang ada di depan bagian rumah, sementara kanan kirinya dibuat dari bilik bambu. Warga di sana juga belum kena aliran listrik. Mereka mendapat pasokan listrik dari genset yang dimatikan saat malam menjelang. Hingga terakhir adalah Tapak Tilas. Sebuah tempat yang dijadikan perbatasan area aman dan terlarang. Dari balik tapak tilas tersebut yang berupa monumen kecil, ada jalan setapak dibuat secara asal-asalan dan di kanan-kiri ada kain merah-kuning.
Dari penelusuran cerita, diketahui tak jauh dari tapak tilas ada bangunan bekas sanggar yang lama tak terpakai. Di bangunan ini lah ada perlengkapan gamelan yang usianya digambarkan sudah tua terlihat dari debu-debu yang menyelimutinya.
Nah, dari penjabaran di atas, netizen riuh mencoba menebak-nebak lokasinya. Namun akun Twitter @SimpleM81378523 meminta agar siapa pun yang mengetahui tidak menyebarkan jati diri desa itu di media sosial.
Simak video berikut ini:
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News