GenPI.co - Seorang pemuda asal Kamal Muara, Penjaringan, Jakarta Utara, membuka jasa pijat terapi dengan bayaran sampah, terutama jenis plastik
Pemuda bernama Dede Rahman itu mengatakan hal itu sengaja dilakukan untuk mengatasi persoalan sampah di lingkungan setempat.
Dede mencontohkan, seorang pelanggan telah datang kepadanya dengan membawa empat kilogram sampah botol plastik ke rumahnya dan imbalannya berupa pijat terapi selama 30 menit.
"Walaupun 30 menit, badan yang dipijat sudah bisa kembali bugar. Selain itu, sampah yang ada bisa berkurang," kata Dandy, dilansir dari Antara, Rabu (22/6).(https://massage.co.id/cabang/pijat-panggilan-jogja/)
Dede mengaku, kegiatan ini sudah dilakukan sejak satu setengah tahun yang lalu, jauh sebelum ada Pekan Gerakan Jakarta Sadar Sampah (PGJSS) dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pada 20-25 Juni 2022.
Dia mengaku resah masalah persampahan di Ibu Kota yang tak kunjung mereda.
Awalnya pada 2018, Dede mengenal teman yang ditunjuk menjadi pemuda pelopor Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) karena melakukan gerakan yang bermanfaat bagi banyak orang.
Perkenalan itu membuat Dede pun tertarik mengikuti jejak temannya.
Dede yang memiliki keahlian pijat terapi dan sudah mendapat lisensi kemudian merancang suatu gagasan untuk membuat gerakan bermanfaat bagi lingkungan bersama Karang Taruna di Kamal Muara.
Gagasan itu muncul karena selain berpotensi sebagai pemijat, Dede juga ingin wilayah sendiri bebas dari sampah, terutama sampah plastik, yang berserakan.
Warga yang berminat dengan pijat terapi Dede cukup mengumpulkan sampah ke dalam karung dan dibawa ke rumah Dede untuk ditimbang.
Setelah pas empat kilogram, ditukar dengan jasa pijat terapi selama 30 menit.
Berkat aksinya itu, Dede pun mendapatkan penghargaan Juara I pemuda pelopor di tingkat Provinsi DKI Jakarta Tahun 2022 dan bersiap mengikuti kompetisi tingkat nasional. (ant)
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News