GenPI.co - Pada Minggu (25/8), Panitia Pemilihan Putera Puteri Kebudayaan Indonesia 2019 (PPKI) mengeluarkan rilis yang menyatakan permintaan maaf kepada masyarakat Gorontalo.
Permintaan maaf ini dikeluarkan setelah dalam akun media sosialnya PPKI mengunggah salah satu kontestan mengenakan baju adat Gorontalo, Biliu. Namun baju adat ini tidak mengenakan bagian bawahnya secara sempurna, ada bagian yang tidak dikenakan oleh peserta sehingga terlihat kaki hingga pahanya.
Baca juga :
Ganggu Kenyamanan, 8 Pengemis ini Diciduk Satpol PP
Belahan Baju Adat Biliu Hingga ke Paha, Panitia PPKI Tuai Protes
KPK Sambut Positif Transparansi di Gorontalo
Unggahan ini diprotes banyak warga Gorontalo melalui unggahan di media sosial, bahkan secara khusus Dinas Pariwisata Provinsi Gorontalo menanggapi kasus ini.
“Dinas Pariwisata Provinsi Gorontalo belum pernah diminta informasi atau koordinasi terkait keikutsertaan Provinsi Gorontalo dalam ajang Pemilihan Putera-Puteri Kebudayaan Indonesia. Harusnya panitia atau agensi model melakukan koordinasi dengan Dinas Pariwisata lebih dulu untuk memastikan tidak ada masalah dengan baju adat yang dikenakan salah seorang pesertanya,” kata Rifli Katili, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Gorontalo.
Keteledoran penyelenggara yang menuai protes warga Gorontalo ini merupakan indikasi kuat ketidaktahuan dan minimnya pengetahuan kebudayaan Indonesia. Padahal mereka bertujuan mengenalkan budaya daerah kekancah nasional dan internasional.
Dalam rilis panitia dijelaskan peserta yang mengenakan baju adat Gorontalo ini adalah Margaretha (20), Puteri Kebudayaan Gorontalo 2019. Ia mengenakan biliu tidak sesuai dengan kaidah pemakaian semestinya pada sesi photoshoot national costume modifikasi.
Menurut Margaretha, hal ini terjadi dikarenakan adanya kesalahan dalam pengiriman baju adat tersebut. Namun sesi photoshoot harus tetap dilakukan pada Karantina PPKI 2019 sesuai jadwal yang telah ditentukan.
Karena hal tersebut, Margaretha menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh Pemerintahan Provinsi, Tokoh Adat, dan Masyarakat Gorontalo dalam bentuk video klarifikasi yang dirilis pada akun media sosial Instagram PP Kebudayaan Indo.
“Saya Margaretha, Puteri Kebudayaan Gorontalo 2019, memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh jajaran Pemerintah Gorontalo, kepada seluruh tokoh adat Masyarakat Gorontalo,dan juga kepada seluruh Masyarakat Gorontalo atas kejadian dan kelalaian saya dalam memakai busana adat modifikasi pada sesi photoshoot yang diadakan di tanggal 20 Agustus 2019, maka dari itu saya memohon maaf atas kelalaian saya dikarenakan juga adanya kesalahan pada tanggal sistem pengiriman, sekali lagi saya mohon maaf kepada seluruh jajaran pemerintah , tokoh adat dan seluruh Masyarakat Gorontalo” ucap Margaretha.
Dalam video yang sama diikuti dengan Surat Pernyataan Terbuka, CEO Putera Puteri Kebudayaan Indonesia, Satrio (22) menyatakan permohonan maaf dan menyatakan akan menjadikan hal ini pelajaran bagi Putera Puteri Kebudayaan Indonesia di tahun-tahun selanjutnya.
“Saya selaku CEO Putera Puteri kebudayaan Indonesia dengan ini memohon maaf kepada seluruh Masyarakat Gorontalo khususnya, atas kejadian tersebut , semoga menjadikan kami lebih baik lagi kedepannya,“ kata CEO Putera Puteri Kebudayaan Indonesia.
Pernyataan maaf dari Organisasi Putera Puteri Kebudayaan Indonesia yang diikuti dengan rekomitmen untuk terus mengenalkan dan melestarikan budaya di seluruh Indonesia.
Video populer saat ini:
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News