DifaTravelX Hadirkan Terobosan Pariwisata Bagi Disabilitas

18 Mei 2022 15:45

GenPI.co - Dalam Presidensi G20, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) membawa empat isu prioritas yang salah satunya adalah mendorong adanya partisipasi para penyandang disabilitas dalam dunia kerja.

Presiden Joko Widodo dalam Peringatan Hari Disabilitas Internasional 2020 juga menuturkan bahwa paradigma negara kepada warga negara penyandang disabilitas harus bergeser dari paradigma karitatif (charity based) menjadi paradigma perlindungan dan pemenuhan hak (human rights based).

Salah satu langkah pemenuhan hak tersebut adalah dengan menciptakan destinasi wisata inklusif yang ramah difabel.

BACA JUGA:  Bus Low Deck Ramah Difabel Mulai Diuji Coba di Solo

Namun, realitanya hingga saat ini wisata inklusif di Indonesia belum dikembangkan secara optimal.

Hal ini dibuktikan dengan rendahnya persentase wisata inklusif di Yogyakarta.

BACA JUGA:  Anies Pastikan JIS Dilengkapi Fasilitas Ramah Disabilitas

Salah satu daerah yang tersohor akan pariwisatanya ini memiliki tingkat persentase wisata inklusif yang bahkan tidak mencapai 5 persen, yaitu Malioboro, Benteng Vredeburg, Gembira Loka, serta destinasi-destinasi unggulan saja yang menerapkan wisata inklusif dengan menyediakan fasilitas ramah difabel.

Sementara itu, destinasi-destinasi lainnya masih belum memperhatikan aksesibilitas bagi penyandang difabel di tempat wisata.

BACA JUGA:  Masjid Istiqlal menyediakan Fasilitas untuk Disabilitas

Melihat permasalahan ini, DifaBike bersama dengan PT. Gemilang Media Wisatama (Travelxism) secara resmi meluncurkan project terbaru, yaitu DifaTravelX.

Proyek ini bermula ketika DifaBike sebagai penyedia layanan ojek online dan tour and guide service oleh penyandang disabilitas mengalami keterpurukan akibat pandemi.

DifaTravelX ini menjadi solusi sekaligus terobosan baru di bidang pariwisata inklusif dengan memberdayakan para penyandang disabilitas di Yogyakarta.

CEO dan Founder DifaBike Triyono mengatakan DifaTravelX memberikan edukasi kepada masyarakat untuk membangun pariwisata yang aksesibel bagi semua orang, termasuk penyandang disabilitas.

“Tiap individu dan warga negara berhak untuk piknik, bersenang-senang. Tanpa ada pengecualian,” tutur Triyono.

Target penerima manfaat project ini adalah 10 tourist guide penyandang disabilitas dari DifaBike serta 20 pemuda lulusan SLB di Yogyakarta dan sekitarnya.

Melalui DifaTravelX, para target penerima manfaat diberikan pembekalan serta pelatihan untuk menjadi host dalam dua program utama project ini.

Pelatihan tersebut diantaranya: tour guiding, public speaking, bahasa Inggris, videografi, fotografi, dan hospitality.

Virtual Tour dan Virtual Experience menjadi dua program utama dalam project DifaTravelX ini.

Program tersebut akan memberikan sensasi baru berwisata ke berbagai penjuru daerah tanpa harus pergi kemana-mana.

Dalam Virtual Tour, penonton akan diajak mengelilingi berbagai destinasi wisata yang ada di Yogyakarta.

Sementara itu, Virtual Experience akan membawa penonton menikmati aktivitas menarik yang digelar penduduk lokal di suatu tempat.

Virtual Tour dan Virtual Experience DifaTravelX akan diselenggarakan pada 21 dan 28 Mei 2022.

Dua program tersebut akan dilaksanakan di 10 destinasi wisata di Yogyakarta, yaitu Malioboro-Titik 0, Museum Gunungapi Merapi, Makam Raja-Raja Mataram di Kotagede, dan masih banyak lagi.

Senada dengan Triyono, CEO dan Founder Travelxism Gilang Ahmad Fauzi mengatakan virtual tour DifaTravelX bisa menjadi salah satu strategi ketahanan pariwisata selama dan pasca pandemi.

Sebab, memberikan aksesbilitas terhadap difabel dapat membuka kesempatan baru agar mereka bisa produktif dan berkembang.

“Dengan Virtual Tour DifaTravelX ini kami ingin menunjukkan bahwa program ini sangat membantu, tidak hanya untuk temen-temen yang mau berkunjung, tetapi juga untuk tuan rumahnya,” ujarnya.(*)

Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News

Redaktur: Pulina Nityakanti Pramesi

BERITA TERPOPULER

BERITA TERKAIT

Copyright © 2025 by GenPI.co