GenPI.co - Guru besar dan rektor Institut Teknologi Kalimantan (ITK) Profesor Budi Santosa Purwokartiko mendadak viral usai mengunggah sebuah pernyataan di media sosial (medsos).
Dalam unggahannya di Facebook, Rabu (27/4) lalu, dia dinilai telah melakukan ujaran bersifat SARA dan pelecehan secara verbal.
Budi Santosa membandingkan mahasiswa yang diwawancarainya dengan mahasiswa yang sering membahas soal kehidupan setelah mati dan istilah Islami lainnya.
"Tidak bicara soal langit atau kehidupan sesudah mati. Pilihan kata2nya juga jauh dari kata2 langit:insaallah, barakallah, syiar, qadarullah, dsb," tulis Budi Santosa melalui akun Facebook pribadinya.
Sontak unggahan itu menjadi viral di media sosial dan mengundang reaksi keras dari publik.
Apa yang disuarakan Budi Santosa dinilai sudah berbau SARA dan menimbulkan kegaduhan.
Publik pun bertanya-tanya, siapa sebenarnya Budi Santosa? Berikut profilnya.
Dilansir dari situs menristekdikti, Budi Santosa adalah sosok yang mewawancarai LPDP Departemen Keuangan sejak 2013.
Dia juga menjadi anggota tim evaluasi kinerja perguruan tinggi swasta (PTS), dirjen kelembagaan Dikti sejak 2015.
Budi Santoso meraih predikat best paper award pada international conference on artificial neural networks ini engineering di Missouri, Amerika Serikat (AS) pada 2022.
Dia juga sempat menjadi Dosen Berprestasi Fakultas Teknik Industri ITS.
Pada 2014, Budi Santosa dinobatkan menjadi ketua jurusan berprestasi IS ketika memiliki sebagai ketua jurusan teknik industri ITS.
Dia telah menulis buku berjudul "Calo yang Insaf, yang berisi kisah-kisah kemanusian yang inspiratif.
Kampus tempat dia mengajar, ITS akhirnya buka suara atas kegaduhan yang ditimbulkan Budi Santosa.
ITS memastikan unggahan Budi Santosa bersifat pribadi dan tidak ada hubungannya dengan jabatan sebagai rektor ITK.
"Oleh karena itu pemberitaan tidak mengaitkan dengan institusi ITK," tulis pengumuman ITK.(*)
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News