Epidemiolog Wanti-wanti, Imunitas terhadap Covid-19 Tak Permanen

20 April 2022 12:10

GenPI.co - Epidemiolog dari Griffith University Australia Dicky Budiman mengingatkan bahwa imunitas tubuh terhadap covid-19 tidak bersifat permanen.

Hasil sero survei menunjukkan peningkatan kadar antibodi warga tidak 100 persen menjamin lonjakan penularan penyakit itu tidak terjadi lagi.

"Artinya, tidak bisa menjamin 100 persen tidak terjadi lonjakan. Kita tahu bahwa imunitas terhadap covid-19 tidak bersifat permanen," katanya di Jakarta, Selasa (19/4/2022).

BACA JUGA:  Mulai Pekan Depan, Korea Cabut Pembatasan Covid-19

Hasil sero survei yang dilakukan dengan teknik sampling tidak memberikan gambaran menyeluruh mengenai kondisi kelompok warga yang tergolong rentan seperti warga lanjut usia, penderita penyakit komorbid, dan anak-anak.

"Ingat, ada kelompok masyarakat kita yang belum eligible (layak) terhadap vaksin covid-19 ini yaitu anak di bawah lima tahun yang belum bisa divaksin dan lansia yang menurun imunitasnya," tuturnya.

BACA JUGA:  Covid-19 di Indonesia Hari Ini 559 Kasus, DKI Jakarta Tertinggi

Selain itu, ilanjutnya, imunitas tubuh terhadap covid-19 hanya akan bertahan setidaknya sampai lima bulan setelah vaksinasi.

Kondisi yang demikian, ditambah menurunnya intensitas pemeriksaan untuk melacak kasus covid-19, membuat risiko penularan virus corona tetap ada dalam masyarakat.

BACA JUGA:  Inilah Rahasia Covid-19 yang Disembunyikan dari Dunia

Oleh karena itu Dicky menekankan pentingnya kehati-hatian untuk mencegah potensi peningkatan kasus covid-19 dalam jumlah moderat sekali pun.

"Kalau bicara Indonesia, satu persen itu sudah jutaan," katanya. (antara)

Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News

Redaktur: Irwina Istiqomah

BERITA TERPOPULER

BERITA TERKAIT

Copyright © 2025 by GenPI.co