GenPI.co - Bermain LEGO bisa menjadi metode belajar yang bisa diterima anak-anak dengan kondisi autis.
Hal itu diungkapkan Public Relation Toys Kingdom, Ratna Fristikayanti kepada GenPI.co, Senin (18/4).
"Salah satu mainan yang cukup disukai anak-anak adalah LEGO karena tidak ada aturan di dalamnya," jelas Ratna kepada GenPI.co, Senin (18/4).
Dia menjelaskan, Lego bisa menjadi media belajar anak-anak mulai dari motorik hingga kreativitas.
"Bermain menjadi bagian penting untuk kehidupan anak-anak sebab ada interaksi dan mengembangkan imajinasi di dalamnya," katanya.
LEGO bisa menjadi salah satu pilihan mainan untuk anak autis. Pasalnya mereka yang memiliki dunia sendiri rata-rata memiliki fokus mendalam dan tidak teralihkan.
Permainan ini bisa menjadi salah satu yang menyenangkan untuk terus dimainkan secara berulang-ulang karena cenderung tidak akan menemukan bentuk konstruksi yang sama.
Lebih lanjut, Ratna juga mengajak orang tua untuk membawa anak-anak untuk bermain ke LEGO Build The Thrills'.
Perhelatan itu diadakan selama sebulan penuh di Mal Gandaria City, mulai tanggal 15 April – 15 Mei mendatang.
Pameran ini menghadirkan berbagai aktivitas seru, mulai dari LEGO Vehicle Speed Build Competition hingga LEGO Speed Challenge.
Ada pula LEGO Photo with 3D Ferrari 512 LEGO Speed Challenge, juga Stamp Each Activities. (*)
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News