GenPI.co - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menyebut Hari Peduli Sampah Nasional pada 21 Februari harus menjadi momentum menjadikan masalah sampah sebagai perhatian utama.
Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Alue Dohong mengatakan upaya penanganan sampah harus melibatkan seluruh komponen negara.
“Baik itu individu dan kelompok masyarakat, pemerintah daerah, aktivis, akademisi, dunia usaha, hingga asosiasi profesional,” ujarnya dalam Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional 2022, Senin (21/2).
Alue mengingatkan sampah berada di tengah masyarakat dan selalu muncul dalam aktivitas sehari-hari.
“Terutama dari rumah tangga, industri, hingga pasar. Di mana ada kegiatan manusia, di situ pula pasti akan ada sampah,” ungkapnya.
Menurut Alue, sampah adalah masalah multidimensi sehingga pelibatan seluruh komponen masyarakat penting untuk melakukan resonansi kepedulian terhadap sampah.
“Resonansi kepedulian terhadap sampah secara terus-menerus sungguh diperlukan,” tuturnya.
Alue memaparkan sampah juga menjadi salah satu sumber yang menurunkan kualitas lingkungan.
Selain secara estetika, Alue menyebut sampah sebagai penyumbang gas emisi rumah kaca yang berbahaya bagi kerusakan atmosfer.
“(Selain itu, red) berdampak buruk bagi keberlanjutan hidup masyarakat,” ucap Alue. (*)
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News