BMKG Nilai Batam Rawan Karhutla, Penyebabnya?

29 Januari 2022 09:20

GenPI.co - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Hang Nadim Batam, Kepulauan Riau (Kepri), mengimbau masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu bencana.

Dari hasil pantauan BMKG Hang Nadim Batam, perkiraan kelembaban udara lapisan atas yang relatif rendah serta kecepatan angin yang tinggi menyebabkan pertumbuhan awan-awan hujan di Kepri kurang signifikan.

Dengan begitu, kondisi cuaca di Kepri secara umum diprakirakan cerah hingga berawan dalam beberapa hari.

BACA JUGA:  Api Berhasil Dipadamkan, 50 Gajah Selamat dari Karhutla

Koordinator Bidang Data dan Informasi Stasiun Meteorologi Kelas I Hang Nadim Batam Suratman mengatakan, masyarakat diimbau agar selalu waspada terhadap kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

"Dengan kondisi curah hujan rendah, keadaan kering ini dapat menyebabkan karhutla meningkat," katanya kepada GenPi.co Kepri, Jumat (28/1).

BACA JUGA:  Dampak Karhutla, Kabut Asap Mulai Muncul di Palembang

Dia menjelaskan, dalam beberapa waktu belakangan, sejumlah lahan di Batam terbakar dengan berbagai macam faktor.

Oleh karena itu, masyarakat diminta tidak melakukan pembakaran lahan atau sampah di siang hari.

BACA JUGA:  BMKG: Gempa Terkini Berkekuatan Magnitudo 5,3 di Pangandaran

"Dengan tidak membuang puntung rokok sembarangan atau membuka lahan dengan cara dibakar, karhutla bisa dicegah," kata dia.

Selain itu, pihaknya juga mengingatkan masyarakat yang akan melakukan aktivitas di laut atau pun menggunakan moda trasportasi laut.

Sebab, saat ini kondisi angin yang kencang berpotensi menyebabkan gelombang laut tinggi.

"Untuk transportasi laut dan aktivitas kelautan diimbau waspada potensi gelombang laut yang dapat mencapai ketinggian 2,0 meter," kata dia. (*)

Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News

Redaktur: Fathur Rohim
BMKG   lahan kering   karhutla   Batam   Kepri  

BERITA TERPOPULER

BERITA TERKAIT

Copyright © 2025 by GenPI.co