Nyi Roro Kidul Diyakini Berdarah Batak, Ini Kisahnya

19 Juli 2019 11:06

GenPI.co - Hah, Nyi Roro Kidul berdarah Batak? Ya, sebagian masyarakat di suku Sumatera Utara ini meyakini jika Nyi Roro Kidul, si penguasa Pantai Selatan, memiliki darah salah satu keturunan Raja Batak Pertama yang bernamai Guru Tatea Bulan. 

Kisah bermula ketika Raja etnis Batak pertama yakni Siraja Batak turun dari langit. Dia diciptakan Mulajadi Na Bolon, Dewa Batak, di Pusuk Buhit (puncak bukit), salah satu puncak tertinggi di Samosir, pinggir barat Danau Toba. 

Siraja Batak memiliki dua keturunan. Yang pertama bernama Guru Tatea Bulan , lalu lahirlah adiknya, Raja Isumbaon. Dikisahkan Guru Tatea Bulan menikah dengan Si Boru Baso Bolon dan dari pernikahan itu mereka memiliki 10 anak, 5 putra dan 5 putri. Ini nama anak-anaknya sesuai urutan.

Baca juga :

Viral, Ada Ajakan untuk Nantang Nyi Roro Kidul di Parangtritis! 

Ini Skema 'Penyerbuan' ke Kerajaan Nyi Roro Kidul di Parangtritis 

Pelabuhan Roro Dumai-Malaka, Jadi Fokus Jokowi dan PM Malaysia 

Putra :

  1. Raja Uti (Si Raja Biak-Bika, Raja Sigumeleng-Geleng, tanpa keturunan)
  2. Tuan Sariburaja (keturunannya Pasaribu)
  3. Limbong Mulana (eturunannya Limbong)
  4. Sagala Raja (keturunannya Sagala)
  5. Silau Raja (keturunannya Malau, Manik, Ambarita, dan Gurning)

Putri :

  1. Si Boru Biding Laut (ini yang diyakini sebagai Nyi Roro Kidul)
  2. Si Boru Pareme 
  3. Si Boru Anting sabungan
  4. Sinta Haumasan
  5. Si Bori Nan Tinjo

Raja Uti terlahir dengan tangan dan kaki yang pendek namun hal itu tak membuatnya sedih. Merasa memiliki kekurangan, dia berkata pada ayah dan ibunya hendak menjadi pertapa yang selalu menyembah pada Mulajadi Na Bolon. 

Di antara adik-adiknya, hanya Biding Laut yang dekat dengan Raja Uti. Setelah Guru Tatea Bulan dan istrinya meninggal, Raja Uti tak mungkin bisa merawat adik-adiknya lantaran sudah menjadi pertapa. Tugas itu diserahkan kepada Saribu Raja. 

Namun di tengah perjalanan kehidupan. Saribu Raja ternyata jatuh cinta dengan adik kandungnya sendiri, Si Boru Pareme. Skandal tersebut jelas dianggap aib bagi keluarga. Saribu Raja dan Pareme membuat berang dua adik lelaki mereka, Limbong Maulana dan Sagala Raja yang akhirnya hendak membunuh mereka sebab memiliki cinta terlarang. Mendengar hal itu, Silau Raja segera memberitahukan kakaknya Saribu Raja agar pergi dari kampung halaman mereka.

Dua kakak beradik saling jatuh hati ini pun akhirnya berpisah. Pareme bersembunyi di hutan, sementara Saribu Raja pergi tak tau rimbanya. Mendengar hal ini, Biding Laut menangis melihat keluarganya tercerai berai. Dia bermaksud menyatukan kembali dan harus mencari Saribu Raja yang menghilang jejaknya.

Nyi Roro Kidul (Istimewa)

Lautan barat disusuri Biding Laut namun adiknya tak kunjung ketemu. Onak duri harus dihadapinya termasuk harus melawan sekelompok pemuda yang hendak memperkosanya sebab Biding Laut dikenal amat cantik. Di tengah kekerasan seksual itu Biding Laut disiksa dan dilempar ke Samudera Hindia yang ganas, namun dia masih bernafas. Ombak membawanya hingga ke suatu tempat yang kini diberi nama Palabuhanratu. Tempat Ratu Kidul bersandar setelah mengarungi lautan.

Di Palabuhanratu, Biding Laut bertemu dengan seorang raja bernama Raja Sansakti, penguasa Andaran (Pangandaran). Akhirnya dia bekerja untuk Sansakti. Karena keluruhan dan kecantikannya, Biding Laut dipercaya oleh Sansaktu mewarisi ilmu-imunya. Namun benih cinta antara Sansakti dan Biding Laut tak terelakkan. Jadilah dia permaisuri Kerajaan Andaran yang sakti dan dari percintaan tersebut lahirlah seorang anak perempuan yang kelak dikenal sebagai Nyi Blorong.

Atas dasar iri hati dengki, beberapa hulubalang dan panglima perang kerajaan mendapat hasutan dari dayang-dayang Sansakti. Akhirnya Raja Sansakti dibunuh. Biding Laut menyaksikan suaminya dibantai, dia pun marah besar dan mengutuk isi Kerajaan Andaran musnah ditelan gelombang. Sambil bersumpah serapah, Biding Laut terjun ke Pantai Selatan. Orang-orang mengira dia sudah mati, namun ternyata gelombang besar datang dan diatasnya Biding Laut menaiki kereta kencana menghabisi mereka yang sudah membunuh suaminya. 

Dari lansiran Liputan6, seorang wanita di daerah Samosir bernama Boru Tumorang yang selalu kemasukan roh Nyi Roro Kidul. Namun, setelah dibuatkan kamar khusus di Hutapea Tambok, Desa Salaon Tonga Tonga, di Samosir, arwah penguasa Pantai Selatan itu tak lagi merasuki warga setempat.

(Dilansir dari Situs Hita Batak dan Budaya Indonesia)


Tonton lagi :



Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News

Redaktur: Ardini Maharani Dwi Setyarini

BERITA TERPOPULER

BERITA TERKAIT

Copyright © 2025 by GenPI.co