GenPI.co - Kondisi perairan di sekitar Provinsi kepulauan Riau tak bersahabat selama beberapa hari terakhir. Gelomban tinggi tercatat terjadi di perairan Tanjungpinang, Kabupaten Bintan, Batam, Karimun, Lingga, Natuna dan Anambas. Masyarakat yang beraktivitas di laut tetap harus waspada. Apalagi yang ingin berlibur ke pantai.
Menurut hasil pantauan dari Badan Metrologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Tanjungpinang, selama satu minggu kedepan, tinggi gelombang terjadi di bulan Juli sudah relatif tinggi dan angin bertiup kencang.
“Di Tanjungpinang tiupan angin sudah mencapai 5-20 Km per jam. Sedangkan tinggi gelombang mencapai 0,5 hingga 2 meter.” kata Khalid Fitri, prakirawan cuaca BMKG Tanjungpinang, Rabu (17/7).
Baca juga:
BMKG: Puncak Musim Kemarau Sampai September 2019
Duh, Bendahara Masjid Raya Sultan Riau Dilaporkan Karena Korupsi
BMKG Jelaskan Kenapa Wilayah Halmahera Selatan Sering Gempa Bumi
Untuk wilayah perairan Batam dan Karimun, tinggi gelombang mencapai 0,5-1,3 meter. Namun, tinggi gelombang lebih dirasakan di kawasan lautan Lingga, Natuna dan Anambas yang mencapai ketinggian 1 hingga 2 meter.
Khalid menghimbau untuk seluruh masyarakat Kepri agar berhati-hati saat berada di bibir pantai. Kecepatan angin meningkat dan arus balik terasa berbahaya. Seperti yang diketahui, banyak yang menganggap sepele saat ombak kuat seperti ini. Korban jiwa yang terseret arus balik di pinggiran pantai harus menjadi pengalaman agar selamat selama bermain air di pantai.
“Pengguna transportasi laut juga harus waspada. Baik nelayan, penambang dan sebagainya. Untuk pekan ini ada potensi turunnya hujan. Bisa bersifat hujan lokal atau merata.” jelasnya.
Prediksi turunnya hujan dikarenakan wilayah Kepri ada belokan angin yang melambat dan ada sirkulasi angin tertutup. Sehingga memperlambat tumbuhnya awan.
Simak juga video menarik ini
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News