GenPI.co - Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo meminta jajaran Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian (Kementan) segera menguatkan pengembangan komoditas hortikultura.
Penguatan tersebut mulai aktivitas on farm hingga off farm.
Hal itu untuk memberikan nilai tambah usaha tani serta mendukung program tiga kali ekspor.
“Kita harus bisa memperhitungkan offtaker-nya siapa sehingga produk yang dihasilkan petani sudah jelas market-nya,” ucap SYL saat rapat koordinasi hortikultura di Jakarta, Senin (20/12).
SYL menjelaskan, permintaan terhadap produk lokal hortikultura sangat banyak.
Mantan Gubernur Sulawesi Utara itu mengatakan, hortikultura memiliki peluang besar.
Oleh karena itu, pengembangan komoditas hortikultura lebih fokus dalam skala korporasi dan menghasilkan produk yang berkualitas.
SYL berkaca pada One Day with Indonesian Coffee, Fruits, and Floriculture (ODICOFF).
"Ini terbukti dari gelaran ODICOFF tercatat potensi penjualan produk hortikultura senilai Rp 378 miliar,” ucap SYL.
Menurut SYL, strategi untuk menentukan marketplace dan ritel memegang peranan penting.
“Menentukan market place dan market retail produk pertanian harus dipikirkan dengan baik,“ ujar SYL. (*)
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News