GenPI.co - Program electrifying agriculture menjadi lompatan besar bagi sektor pertanian, perikanan, perkebunan, dan peternakan di Jawa Barat.
Program yang digagas PT PLN (Persero) ini terbukti telah membawa keempat sektor ini menjadi lebih maju dan modern.
Para petani beralih ke alat-alat dan mesin pertanian (alsintan) berbasis listrik, dari sebelumnya memakai alsintan berbahan bakar fosil yang mahal dan merusak lingkungan.
Didukung listrik PLN, para petani berani berinovasi dan memanfaatkan teknologi guna mendongkrak produktivitas dan menekan biaya operasional sehingga kesejahteraan kian meningkat.
Manager PLN UP3 Garut, Nurhidayanto Nugroho menjelaskan, konsep electrifying agriculture adalah perubahan gaya hidup para petani, peternak, penambak, pelaku usaha sektor perkebunan dan perikanan untuk berorientasi ke depan.
"Penambahan jumlah pelanggan electrifying agriculture sampai dengan Oktober 2021 adalah 1.574 pelanggan sehingga total yang mengikuti program tersebut sebanyak 8.592 pelanggan," ujarnya dalam keterangan resmi di Garut, Kamis (9/12/2021).
Dari total tersebut, komposisi jumlah pelanggan terbanyak berasal dari sektor peternakan 59 persen, pertanian 20 persen, perikanan 16 persen, dan perkebunan 5 persen.
“Antusiasme pelanggan terhadap program ini di Jawa Barat sangat tinggi. Hal ini ditunjukkan dengan adanya penambahan jumlah pelanggan sebesar 13,81 persen dibanding September 2021 (1.383 pelanggan),” ujar Nugroho
Untuk konsumsi listrik pelanggan electrifying agriculture, komposisinya menunjukkan hal yang sama dengan jumlah pelanggannya.
Konsumsi listrik tertinggi berada di sektor peternakan sebesar 30.414.767 kWh, pertanian sebesar 11.299.705 kWh, perikanan 8.857.658 kWh, dan perkebunan 638.711 kWh.
Sementara itu, jumlah pelanggan electrifying agriculture di Garut sebanyak 451 pelanggan dengan konsumsi listriknya sebsesar 1.321.182 kWh.
Lebih lanjut, PLN berpartisipasi aktif di progam ini untuk meningkatkan biaya operasi dan produktivitas petani. Program ini diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan ekononi serta kesejahteraan para petani.
Manajer Kebun Naga Purnama Garut, Melani pun sudah merasakan sendiri manfaat dari program electrifying agriculture. Ia mengisahkan pengalaman perkebunan berbasis energi listrik.
“Kami menggunakan LED untuk perkebunan ini. Lampu tersebut sangat membantu perkembangan perkebunan buah naga. Kalau enggak ada PLN, produktivitas akan menurun. Mungkin bila pakai LED panen sebulan 2 kali, kalau tidak ada lampu cuma sekali penen,” pungkasnya. (*)
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News