GenPI.co - Ada keanehan yang terekam sebelum erupsi Gunung Semeru. Air sungai disebut mendadak berubah warna. Tak lama setelahnya, Gunung Semeru pun meletus dahsyat.
Langit mendadak gelap. Warga pun panik. Semua berlomba cari selamat.
Amukan alam ini akhirnya jadi bahan perbincangan warga sekitar. Banyak yang menyebut sudah ada keanehan sebelumnya.
Yang paling terlihat adalah perubahan warna air sungai. Sebelum erupsi, air sungai sangat jernih.
Tapi jelang erupsi, warna air sungai mendadak berubah warna menjadi kecoklatan,
Watna coklatnya disebut tak biasa. Warnanya sangat pekat. Padahal, saat diguyur hujan paling deras sekali pun, air sungai tetap jernih.
Yang lebih mengangetkan warga, debit air sungai ikut meninggi. Alirannya sangat deras.
Gambaran warga, seolah ada yang mendorong air dengan kekuatan yang sangat besar.
Fenomena tak biasa itu tak disadari warga sebagai pertanda eripsi Semeru. Semua masih menjalankan aktivitas seperti biasa.
Setelah merasakan gempa kecil, barulah warga sadar sedang terjadi sesuatu. Apalagi tak berselang lama, ada suara dentuman terdengar.
Saat itulah warga panik. Dari kejauhan terlihat asap pekat berwarna abu keluar dari mulut gunung.
Erupsi Gunung Semeru ini memuntahkan asap pekat berwarna abu hingga langit berubah gelap dan membuat suasana di wilayah di kaki gunung tersebut mencekam.
Peristiwa itu lantas membuat kepanikan warga setempat. Takbir terdengar berkumandang saling bersahutan.
Seperti diinformasikan sebelumnya, Gunung Semeru di Kabupaten Malang dan Lumajang, Jawa Timur, meletus Sabtu, 4 Desember 2021.
Warga dan penggali pasir di aliran Sungai Leprak berlarian menjauh menyelamatkan diri sambil mengumandangkan takbir.
"Allah Akbar, Allah Akbar, Allah Akbar, meletus," teriak warga seperti dalam sejumlah video viral yang saat ini banyak dibagikan.
Hujan abu yang berasal dari letusan Gunung Semeru berketinggian 3.676 meter menghujani Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, Lumajang.
Banyak warga yang berlarian mencari tempat aman. Semua panik. Masing-masing berlomba untuk menjauh dari Gunung Semeru.
"Ayo Pak, menyingkir, Pak," kata petugas polisi di wilayah tersebut.
Polisi memperingatkan masyarakat segera meninggalkan lokasi karena berpotensi bahaya. (*)
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News