GenPI.co - Pengamat pariwisata Taufan Rahmadi memberikan beberapa catatan soal dunia pariwisata Indonesia.
Salah satu yang disorot ialah soal pentingnya recovery pariwisata Bali di mata dunia.
"Ini jadi poin penting, Bali harus reborn, Bali recovery, ini tidak main-main," kata Taufan kepada GenPI.co, Jumat (3/12).
Taufan menyoroti Bali karena destinasi wisata ini cukup vital bagi Indonesia.
Sebab, 30 persen devisa pariwisata Indonesia itu dari destinasi Bali.
Akan tetapi berbicara Bali bukan hanya soal devisa saja, melainkan juga citra dan branding pariwisata Indonesia yang melekat padanya.
"Kalau tidak bisa menyelesaikan Bali, Indonesia di mata dunia bisa dianggap belum berhasil (recovery)," katanya.
Selain itu, untuk menggenjot pariwisata lain di Indonesia, sektor promosi juga harus dikedepankan.
"Di situ bicara soal branding, value, dan sebagainya, yang mana akan menjadi magnet bagi wisatawan ke Indonesia," katanya.
Taufan juga mengatakan, perbaikan pariwisata juga mestinya disertai dengan kualitas SDM.
Kalau bicara soal MotoGP atau World Superbike misalnya, tentu kualitas yang ada dan layanan yang ditawarkan mesti yang terbaik.
"Ini soal bagaimana sekolah pariwisata menjawab tantangan kebutuhan SDM di masa depan," katanya.(*)
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News