GenPI.co - Setelah video beberapa siswa menghirup lem viral di media sosial, SMP Negeri I Limboto gencar melakukan sosialisasi pembinaan kepada siswanya. Seperti yang dilakukan pada Senin (24/6).
Ratusan siswa dikumpulkan di lapangan untuk mendengar pesan-pesan dari beberapa narasumber, seperti BNN Kabupaten Gorontalo, Polres Gorontalo, Dinas Komunikasi dan Informasi, Tim terpadu Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) serta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Gorontalo.
Kepala Dinas Komunikasi dan informasi, Haris Suparto Tome, dalam pesannya memberikan edukasi dan pembinaan yang lebih difokuskan pada pendekatan dan menanyakan apa yang menjadi keluhan dan keinginan setiap masing-masing siswa saat mengikuti pelajaran di sekolah dan bagaimana mereka setelah pulang sekolah.
“Saya memberikan pertanyaan apa yang sering dikleuhkan siswa di dalam dan di luar sekolah, jawaban di kertas tanpa harus menuliskan identitasnya, “ kata Haris Suparto Tome.
Baca juga:
Kudu Ditiru, Tiap Tahun Pemkab Gorontalo Ajak 5 Imam Masjid Umroh
Uniknya Pemberian Gelar Adat Di Bone Bolango
Dari berbagai pesan yang telah disampaikan siswa pada Haris Suparto Tome, isinya akan dijadikan dasar evaluasi bagaimana proses belajar-mengajar di setiap sekolah yang ada di Kabupaten Gorontalo.
"Nanti ini kita akan jadikan barang evaluasi,” ujar Haris Tome.
Haris juga mengatakan untuk mendidik anak tidak boleh menggunakan pola lama dengan menekan. Harus ada perubahan metode pembelajaran sesuai kebutuhan zaman, agar siswa lebih nyaman dalam menerima pendidikan.
Di bagian lain, Kepala Sekolah SMP I Limboto, Irwan DJ Podu menyampaikan, sosialisasi ini dilaksanakan untuk mencegah terulangnya lagi siswa yang menghirup lem.
"Sosialisasi ini melibatkan beberapa instansi untuk pembinaan kepada siswa," ujar Irwan Podu.
Iyam Dini dari Tim terpadu P2TP2A Kabupaten Gorontalo mengharapkan pengawasan guru di sekolah maupun jam pulang sekolah harus ditingkatkan.
“Siswa yang sudah terlanjur mengkonsumsi lem harus dibina dan diberikan edukasi. Mereka jangan dimusuhi, tapi dirangkul dan diberikan pembinaan,” kata Iyam Dini.
Simak juga video menarik berikut
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News