GenPI.co - Bloomberg tiba-tiba disebut Rocky Gerung. Ulasan soal Indonesia yang radikal ikut menyeret nama Sri Mulyani.
Pengamat politik itu lantas memberikan pendapatnya terkait Indonesia yang terancam tak mampu lagi membayar utang negara.
Rocky menduga, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati merestui pemberian data terkait kondisi ekonomi Indonesia untuk dianalisis ilmuwan internasional.
Pasalnya, Sri Mulyani mungkin sudah tak bisa lagi bicara langsung kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi).
“Lalu, dia bocorkan saja data itu kepada ekonom internasional di Bloomberg,” ujarnya dalam kanal YouTube Rocky Gerung Official, Rabu (1/9).
Sebelumnya, Bloomberg merilis artikel berjudul “Tiga Tahun Hidup dalam Bahaya dengan Eksperimen Radikal Indonesia”.
Rocky menilai artikel tersebut sangat memalukan nama Indonesia.
“Itu sebenarnya ledekan untuk kita, karena kita tidak mengerti apa yang disebut fungsi bank sentral yang seharusnya independen,” ungkapnya.
Akademisi itu pun mengatakan bahwa istilah burden sharing yang dibebankan kepada Bank Indonesia adalah istilah politis.
“Pemerintah seakan tak mau kehilangan momentum untuk cari uang dalam rangka pamer investasi untuk infrastruktur,” katanya.
Rocky pun setuju dengan istilah radikal yang digunakan dalam artikel dari Bloomberg itu.
“Ada kecemasan dalam melihat Indonesia yang terlalu radikal dalam mengambil risiko,” tuturnya. (*)
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News