GenPI.co— Sejumlah tempat di Sulawesi dan Kalimantan masih terendam banjir.
Curah hujan dengan waktu hampir sepekan terjadi di Indonesia bagian tengah, akibatnya banjir merendam tiga kecamatan di Kabupaten Sidral, Sulawesi Selatan usai Lebaran.
Banjir yang melanda tiga kecamatan tersebut memutuskan jalur Trans Sulawesi di Konawe Utara, Sulawesi Utara pada Sabtu, (9/6) pukul 11.00 WITA, diakibatkan ujung jembatan jebol oleh banjir.
Baca juga:
BMKG: Waspadai Potensi Curah Hujan Tinggi Hingga 4 Hari ke Depan
Ini 5 Wilayah Rawan Diguncang Gempa Seperti Lansiran BMKG
Di Kabupaten Konawe Utara, Sulawesi Tenggara, terdapat 28 desa di 6 kecamatan terendam banjir. Banyak warga terjebak di gundukan tanah dan atap rumah.
Informasi terkait data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sidral, terdapat 400 jiwa di Desa Bolu Buku terisolasi akibat akses jalan terputus setelah diterjang banjir.
Banjir yang melanda ini merupakan air kiriman dari Kabupaten Enrekang dan Kabupaten Tana Toraja. Evakuasi ini melibatkan pemerintah daerah setempat bersama BPBD, dan tim SAR. Banjir memutuskan aliran listrik dan memutusman akses informasi kepada warga sehingga komunikasi tim SAR kepada warga yang terjebak banjir terkendala.
Banjir juga merendam sejumlah pemukiman dan fasilitas umum di Kota Samarinda, Kalimantan Timur.
Pemerintah daerah setempat langsung tanggap menetapkan status tanggap darurat. Banjir tersebut memutuskan akses ke Bandar Udara Internasional APR Pranoto.
Berikut adalah daerah yang diterjang banjir antara lain Kota Samarinda, Samarinda Urara, Sempaja Utara dan Sempaja Timur. Bahkan Sempaja Timur merupakan daerah terparah yang dilanda oleh banjir, yakni sebanyak 15 RT di Sempaja Timur.
Tonton juga video ini:
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News