Pengetatan PPKM, Pengunjung Malioboro akan Dibikin Risih

11 Agustus 2021 19:01

GenPI.co - Kawasan Malioboro Yogyakarta telah dibuka untuk publik. Namun, pengunjung hanya diberi waktu dua jam.

Mengutip dari Ayosemarang, kini jalan-jalan di kawasan Maliboro Yogyakarta bakal dibatasi maksimal dua jam.

Aturan ini masih dalam bentuk rencana Pemkot Jogja melalui Unit Pelaksana Teknis Pengelolaan Kawasan Cagar Budaya (UPT PKCB).

BACA JUGA:  Akses Malioboro Mulai Dibuka, Tapi Bukan Untuk Wisatawan

Menurut Kepala UPT PKCB, Ekwanto, kebijakan ini masih dalam tahap perencanaan dan simulasi.

Belum ada kepastian tanggal pemberlakuan, namun simulasi sudah dilakukan Rabu 11 Agustus 2021.

BACA JUGA:  Pedagang Kaki Lima di Malioboro Menyerah, Fadli Zon Minta Bantuan

“Pemberlakuan setelah simulasi hari ini,” jelasnya.

Nantinya aplikasi pesan WhatsApp (WA) seluruh pengunjung terhubung dengan WA petugas melalui QR Code yang terpasang di gerbang Malioboro.

Selama dua jam kunjungan petugas akan memantau. Lima belas menit sebelum waktu kunjungan habis, petugas mengirimkan pesan ke pengunjung.

BACA JUGA:  Jangan Nekat, Turis di Malioboro Bakal Dibatasi 2 Jam Kunjungan

“Pengunjung mendapat pesan WhatsApp dari operator kami yang kira-kira berbunyi waktu berkunjung akan habis, silakan untuk meninggalkan Malioboro. Kalau belum keluar akan dikirim pesan terus, mungkin dia nanti risih,” ujarnya.

Selain batasan waktu pengunjung Malioboro, bus parkir di kawasan Abu Bakar Ali juga dibatasi selama tiga jam.

Ada beberapa langkah agar pengunjung dengan bus tidak menimbulkan kerumunan.

Salah satunya pengaturan pengunjung turun dari bus.

Sebelum masuk ke area Malioboro, bus lebih dahulu diskrining di Terminal Giwangan.

“Semua bus ke Malioboro itu harus diskrining di Terminal Giwangan dulu. Setelah itu baru didistribusi ke Malioboro. Tidak hanya selama PPKM, kebijakan ini mungkin juga pasca-PPKM,” urai Ekwanto.

Meski sudah mendapat izin untuk kembali berjualan selama PPKM, belum semua pedagang di Malioboro kembali beroperasi.

Ekwanto mengatakan pedagang di bangunan permanen baru buka sekitar 40%.

“Sementara pedagang kali lima baru beroperasi 50% dari total PKL yang ada di Malioboro,” jelas dia.(*)

Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News

Redaktur: Hartanto Ardi Saputra

BERITA TERPOPULER

BERITA TERKAIT

Copyright © 2025 by GenPI.co