GenPI.co— Salat Idul Fitri 1440 H di Alun Alun Purwokerto, Banyumas, Jawa Tengah dikawal Paguyuban Lintas Iman sebagai wujud toleransi antar umat beragama.
“Ini sudah tahun ketiga. Tiap tahun pelayanan yang diberikan bertambah, untuk tahun ini ada 12 titik tempat Salat Idul Fitri yang turut dijaga teman-teman Paguyuban Lintas Iman Purwokerto,” ujar FA Agus Wahyudi, koordinator kegiatan tersebut, Rabu (5/6).
Agus Wahyudi dari Gereja Katholik Katedral Kristus Raja Purwokerto itu menyampaikan kegiatan ini merupakan wujud konkret toleransi beragama.
Baca juga:
Ini Khutbah Idul Fitri saat Salat Ied di Lapangan Karebosi
Salat Ied, 15 RIbu Jamaah Salat ied di Masjid Al-Azhar Jaksel
“Intinya kami ingin membantu saudara-saudara muslim yang saat ini merayakan Lebaran, salah satunya menjadi bagian dari penyelenggara Salat Idul Fitri ini,” ujarnya.
Selain menyokong penjagaan saat perayaan Lebaran, Paguyuban Lintas Iman Purwokerto juga melakukan hal sama di hari besar agama lainnya.
Gubernur Ganjar Pranowo yang hadir bersama istri, Siti Atikoh dan putra, Muhammad Zinedine Alam Ganjar mengapresiasi kehadiran teman-teman dari Paguyuban Lintas Iman Purwokerto.
“Luar biasa di Banyumas ini, Paguyuban Lintas imannya kuat, saat Natalan ada banser yang berjaga, kami Salat Ied mereka yang menjaga dan memungut sampah,” kata Ganjar.
Ganjar mengatakan, seperti inilah sebenarnya Indonesia, rukun, damai dan penuh toleransi. Untuk mewujudkannya, Ganjar berpesan agar nilai toleransi dan kerukunan itu diperkuat dari dalam keluarga masing-masing.
Pada Salat Idul Fitri di Alun Alun Purwokerto tersebut, bertindak sebagai Imam adalah Sofwan Mubarir, Pengasuh Pondok Pesantren Dar Al Quran Al Karim, Karangtengah, Baturraden. Sedangkan khatib, Rektor IAIN Purwokerto yang juga Ketua FKUB Kabupaten Banyumas Mohammad Roqib. Turut hadir pula Bupati Banyumas Achmad Husein.
Mohammad Roqib dalam khutbahnya berpesan agar masyarakat Jateng terus menjaga kerukunan dan toleransi yang sudah terjalin. Cinta pada agama itu terkait erat dengan cinta pada Negara Kesatuan Republik Indonesia.
“Umat yang taat pada agama tentu taat pula pada aturan, perintah dan tata tertib negara. Sehingga kehidupannya makin diridhoi Allah SWT, baik untuk masyarakat dan baik untuk pemerintah,” tuturnya.
Tonton juga video ini:
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News