GenPI.co - Hari Raya Idul Fitri sudah dilaksanakan oleh Jemaah Tarekat Naqsabandiyah di Kota Padang, Sumatera Barat, Senin (3/6). Mereka sudah menggelar takbiran menyambut Idul Fitri 1440 Hijriah pada Minggu Malam.
Imam Musala Baitul Makmur, Syahfri Malin Mudo mengatakan Terekat Naqsabandiyah sudah menetapkan Ramadhan berakhir pada 2 Juni 2019. Dan, Setelah menunaikan salah Isya, mereka mulai menggelar takbiran menyambut Idul Fitri. Dikutip dari Antara, dia mengatakan, "Kami nanti setelah selesai menunaikan ibadah salat Isya akan melaksanakan Takbiran bersama jemaah lainnya," ujar Syahfri.
Baca juga :
Penggali Kubur TMP : Ani Yudhoyono Banyak Ibadah, Tanahnya empuk
Baru Umroh, Ifan Seventeen Terciduk Sama Cewek Bukan Muhrim
Puasa di Mekkah, Ifan Seventeen Dapat Pengalaman Jadi Imam Salat
Jemaah Tarekat Naqsabandiyah sebelumnya telah menentukan satu Ramdhan jatuh pada Sabtu (4/5) dan Idul Fitri 1440 Hijriah jatuh pada Senin (3/6).
Dia juga mengatakan bahwa penentuan satu Ramadhan telah dihitung sejak Rajab. Menurutnya, penetapan itu dilakukan dengan metode hisab dan rukyat. Hisab merupakan penghitungan dan rukyat artinya melihat bulan.
Jika Tarekat Naqsabandiyah sudah berlebaran, lain halnya dengan Muhammadiyah yang sudah menetapkan Idul Fitri jatuh pada 5 Juni 2019. Penetapan tersebut dilakukan dengan hisab hakiki wujudul hilal. Metode ini yang menjadi pedoman oleh Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah. Metode ini juga memungkinkan masyarakat untuk tahu sejak dini awal bulan dalam Islam.
Sedangkan pemerintah menggunakan metode ru'yatul hilal untuk menentukan Idul Fitri. Ini akan diamati langsung penampakan awal bulan menggunakan teleskop di beberapa titik di Indonesia. Hasil pengamatan akan dirapatkan dalam sidang isbat. Pada tahun ini, sidang isbat di Kementerian Agama berlangsung pada 3 Juni 2019.
Tonton lagi :
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News