GenPI.co - Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Erzaldi Rosman Djohan mendorong Forum Anak Babel menjadi pelopor dan pelapor tindak kejahatan terhadap anak untuk mencegah dan memberantas predator anak yang meresahkan masyarakat.
"Kejahatan terhadap anak ini menjadi pelajaran bagi masyarakat, khususnya anak-anak agar menjadi pelopor untuk tidak enggan melapor, begitu pula dengan anak agar tidak takut untuk melapor," kata Erzaldi Rosman Djohan seperti yang dilansir dari Antara.
Ia mengatakan melalui forum anak mengajak semua pihak membangun generasi anak Pelopor dan Pelapor (2P). Sebagai pelopor anak-anak Kepulauan Bangka Belitung harus mampu membawa sebuah perubahan, namun tetap memiliki akhlak yang mulia. Anak-anak diharapkan menjadi anak yang hebat, ceria, dan berkarakter.
"Melalui pembangunan karakter dapat membantu anak-anak kita untuk berani melaporkan tindak kejahatan sehingga mereka bisa terjaga dan hak-hak mereka sebagai anak dapat terpenuhi," ujarnya.
Ia mengapresiasi anak anak yang tergabung dalam forum anak atas komitmennya untuk bersama menjadi mitra pemerintah dalam melindungi hak-hak anak demi mewujudkan kemajuan anak Indonesia, khususnya anak-anak di Bangka Belitung.
"Mari kita jadikan anak-anak Indonesia menjadi anak bangsa yang hebat, kuat, dan sukses. Anak-anak Bangka Belitung selalu tampil beda dan senantiasa selalu menebarkan kebaikan," katanya.
Pada kesempatan tersebut, Gubernur beserta jajaran terus berkomitmen menjadikan Kepulauan Bangka Belitung menjadi Provinsi Layak Anak (Provila).
"Kami sangat berkomitmen untuk mewujudkan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menjadi Provinsi Layak Anak, dan kita patut bersyukur sudah ada tiga kabupaten dan kota yang meraih predikat layak anak, yakni Bangka Tengah, Bangka, Belitung, dan Kota Pangkalpinang, sehingga target kita 3 kabupaten lagi bisa segera menyusul menjadi layak anak," katanya.
Sebelumnya, korban dari aksi seorang predator anak yang ditangkap Tim Buser Naga Satreskrim Polres Pangkalpinang, terus bertambah. Hingga kini sudah lima orang melapor sebagai korban kekerasan seksual yang dilakukan tersangka Anton (32).
"Setelah kami melakukan penyidikan lebih lanjut, siang ini korban berkembang menjadi lima orang," kata Kapolres Pangkalpinang, AKBP Tris Lesmana Zeviansyah.
Para korban tersebut di antaranya JS (11), IM (9), FH, (10), FK (14) dan IM (14). Ia mengatakan, pihaknya masih mendalami kasus tersebut untuk mengungkap kemungkinan ada lagi korban lainnya. (ANT)
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News