Persiapkan Milenial di Era Digital, Jatim Luncurkan 3 Program

28 Mei 2019 16:16

GenPI.co— Untuk mempersiapkan para milenial di era digital dan menekan tingkat pengangguran di kalangan anak muda, Pemerintah Provinsi Jawa Timur meluncurkan 3 program.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa di Gedung Grahadi pada Senin sore (28/5) meluncurkan 3 program yang menyasar para generasi milenial yaitu Big Data Innitiative, East Java Super Coridor (EJSC), dan Milenial Job Center (MJC).

Semua program tersebut merupakan perwujudan janji pasangan Khofifah – Emil Dardak untuk pegembangan potensi para generasi muda ketika masa kampanye silam. Lebih tepatnya dalam 99 hari kerja mereka.

Baca juga:

Bidik Turis Milenial, Blora Dorong Kreativitas Pegiat Wisata Desa

Menanti THR Cair, Milenial Bakal Prioritaskan Ini!

“Saya bisa nyebut itu ya (janji 99 hari pertama kerja terlaksana). Sekarang (27/5) hari ke-98 tinggal satu lagi, yaitu kaitan dengan bantuan hukum untuk masyarakat kurang mampu,” ujar Khofifah.

Hadirnya ketiga program tersebut merupakan salah satu persiapan dan terobosan Pemprov Jatim untuk menyiapkan para generasi muda, sehingga mereka bisa bersaing pada era revolusi industri 4.0 seperti saat ini.

Berdasarkan data yang dimiliki Pemprov, 70% pengangguran di Jatim berusia di bawah 25 tahun atau lebih tepatnya minimal lulusan SMA. Semua itu disebabkan dengan semakin tingginya ekspektasi perusahaan dan sedikitnya lapangan kerja yang tersedia. Hal inilah yang mendasari pembentukan program Millenial Job Center (MJC).

Melalui MJC, para milenial akan dididik menjadi ahli dan juga sebagai pemain dalam industri digital. Untuk mewujudkan ini, Pemprov Jatim menggandeng profesional dalam bidang industri digital diantaranya adalah Go-Jek, Buka Lapak, Kapanlagi dan sebagainnya yang berperan sebagai mentor mereka dalam program ini.

Selain itu ada juga program East Java Super Coridor (EJSC). Lewat program ini, mereka akan diajarkan bagaimana cara menghubungkan para pelaku UKM dan IKM, dengan market digital. 

Tentunya mereka diharapkan bisa menjadi pemain dalam industri digital, khususnya dalam kemajuan UKM dan IKM Jawa Timur.

Untuk program Big Data Innitiative sendiri, generasi muda ini diharapkan dapat menjadi solusi kemajuan sektor pertanian dan perkebunan di Jawa Timur. 

Caranya, dengan mengintregrasikan berbagai data yang diperoleh dari penelitian seperti pergerakan angin, kelembaban cuaca, hingga suhu lingkungan sehingga bisa diterapkan dalam kedua sektor tersebut.

“Saya dan Mas Emil Dardak ingin SDM Millenial Jatim menjadi tenaga kerja siap kerja, andal dan profesional dimana skill yang dimiliki sesuai dengan kebutuhan pasar," kata Khofifah.

Tiga program itu diluncurkan Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk mempersiapkan kalangan milenial menghadapi tantangan di era digital.


Tonton juga video ini:

Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News

Redaktur: Linda Teti Cordina

BERITA TERPOPULER

BERITA TERKAIT

Copyright © 2025 by GenPI.co